Jakarta, Selendangsutra.id – Organisasi Loyalitas Gibran bersama Solidaritas Santri Nusantara menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh R. Dody Iwa Kusuma Jaya dalam agenda konsolidasi organisasi yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya kalangan santri, dalam pembangunan nasional.
Menurut R. Dody Iwa Kusuma Jaya, Gibran merupakan representasi pemimpin muda yang memiliki peluang besar membawa Indonesia menghadapi tantangan masa depan. Ia menilai pengalaman kepemimpinan nasional, perkembangan teknologi, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.
“Mas Wapres Gibran adalah sosok muda yang membawa harapan besar menuju Indonesia Emas 2045. Kami akan terus mengawal dan mendukung setiap program yang berpihak kepada kepentingan bangsa dan rakyat,” ujar R. Dody Iwa Kusuma Jaya.
Ia menjelaskan, Solidaritas Santri Nusantara tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga berfokus pada pembinaan sumber daya manusia melalui pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan wawasan kebangsaan.
Di bawah pembinaan KH. Nas Kur Ali serta dukungan para pengurus organisasi, berbagai kegiatan terus dilakukan, mulai dari pengajian kebangsaan, pendidikan strategi kepemimpinan, hingga mendorong para santri untuk berkiprah di berbagai bidang strategis, seperti militer, kepolisian, hubungan internasional, program pertukaran pelajar, dan bela negara.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun generasi muda yang memiliki integritas, kecintaan terhadap tanah air, serta kemampuan bersaing di tingkat global.
R. Dody juga menyoroti pentingnya memperkuat moral dan akhlak generasi muda di tengah perkembangan zaman. Ia menilai santri memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus budaya bangsa.
”Santri memiliki potensi besar menjadi tokoh sentral pembangunan bangsa apabila dibimbing dengan baik berdasarkan akidah Islam, nilai tabayun, sopan santun, saling menghormati, serta semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehidupan demokrasi harus dijalankan secara sehat dengan mengedepankan etika, musyawarah, dan kepentingan masyarakat luas, bukan semata-mata menjadi sarana perebutan kekuasaan.
Melalui konsolidasi tersebut, Loyalitas Gibran dan Solidaritas Santri Nusantara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persatuan nasional demi mewujudkan Indonesia yang bermartabat, mandiri, maju, dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, R. Dody Iwa Kusuma Jaya juga menyampaikan bahwa para santri di Pondok Pesantren Ibnu Sina telah menyatakan kesiapan menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bentuk dukungan moral sekaligus momentum memperkuat semangat generasi muda dalam mengawal cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama mengawal pembangunan nasional demi Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan sejahtera bagi seluruh rakyat,” tutup R. Dody Iwa Kusuma Jaya.
