JAKARTA, Selendangsutra.id – Munculnya berbagai narasi di sejumlah media dan media sosial yang menyebut hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengalami keretakan dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.
Ketua Relawan Sedulur Kaesang , R. Dody Iwa Kusuma Jaya, menegaskan bahwa isu mengenai “pecah kongsi” antara Prabowo dan Jokowi merupakan spekulasi yang tidak mencerminkan kondisi politik nasional saat ini.
Menurut R. Dody, jika melihat komposisi pemerintahan, kesinambungan antara pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan saat ini masih terlihat melalui keberadaan sejumlah pejabat strategis, baik di bidang pertahanan, keamanan, maupun kementerian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa komunikasi dan kesinambungan pemerintahan tetap berjalan.
“Narasi yang menyebut Pak Prabowo dan Pak Jokowi pecah kongsi menurut kami tidak berdasar. Justru jika melihat susunan pemerintahan saat ini, terdapat kesinambungan dalam berbagai sektor strategis yang menunjukkan adanya semangat menjaga stabilitas nasional,” ujar Dody dalam keterangannya.
Dody juga menilai bahwa pemerintahan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang merupakan kelanjutan dari persoalan-persoalan nasional yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Ia mencontohkan tantangan ekonomi, termasuk pengelolaan utang negara, yang menurutnya memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa, bukan saling membangun narasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Bangsa ini membutuhkan solusi. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi penyelesaiannya harus melalui dialog, kolaborasi, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.
Terkait aktivitas politik Jokowi yang belakangan dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia, Dody memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang sah dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, setiap tokoh politik memiliki hak untuk memberikan gagasan dan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai Ketua Relawan, Dody menegaskan pihaknya akan terus mendukung upaya menjaga persatuan nasional. Selain itu, relawan juga tengah memperkuat gerakan sosial melalui organisasi Solidaritas Santri Nusantara sebagai wadah untuk mendorong peran santri dalam pembangunan karakter bangsa.
“Melalui Solidaritas Santri Nusantara, kami ingin mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk ikut berkontribusi membangun bangsa dengan semangat persatuan, nilai-nilai kebangsaan, serta akhlak yang baik. Energi bangsa seharusnya diarahkan untuk pembangunan, bukan terjebak dalam narasi yang memecah belah,” tutup R. Dody Iwa Kusuma Jaya.
