Selendangsutra.id — Ketua Relawan Sedulur Kaesang Jokowi” R. Dody Iwa Kusuma Jaya menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten mendukung arah politik yang selama ini dibangun oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Menurutnya, dinamika politik nasional pasca berakhirnya masa jabatan Jokowi menunjukkan bahwa berbagai serangan politik dan kritik yang ditujukan kepada mantan kepala negara tersebut tidak mampu menggerus pengaruh maupun kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya.

R. Dody Iwa Kusuma Jaya menilai, selama menghadapi berbagai tekanan dan hantaman politik, Jokowi tetap menunjukkan sikap tenang, santun, dan tidak reaktif. Justru, kata dia, pendekatan politik yang mengedepankan ketenangan tersebut membuat berbagai manuver lawan politik kehilangan momentum dan pada akhirnya melemah dengan sendirinya.
“Pak Jokowi telah memberikan contoh bagaimana menghadapi dinamika politik dengan kepala dingin. Berbagai serangan politik yang muncul selama ini dijawab dengan kerja nyata dan sikap yang tenang. Itu menjadi pelajaran penting bagi kami sebagai relawan,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi tersebut juga menjadi pegangan bagi Relawan Sedulur Kaesang Jokowi dalam mengawal keberlanjutan program-program pembangunan yang telah dirintis selama pemerintahan Jokowi dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran agar berbagai program strategis yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat berjalan secara optimal. Dukungan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen relawan dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Dalam kesempatan itu,

Ketua Sedulur Kaesang Jokowi” R. Dody Iwa Kusuma Jaya juga mengungkapkan keinginannya untuk menjalin komunikasi dan berdiskusi langsung dengan Jokowi guna mendapatkan arahan serta pandangan terkait strategi politik ke depan. Menurutnya, masukan dari Jokowi masih sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam dunia politik nasional.
“Kami ingin berdiskusi dengan Pak Jokowi agar mendapatkan arahan dan strategi politik yang jelas dalam membangun kekuatan politik anak muda ke depan. Kami melihat masih banyak ruang yang bisa diisi generasi muda untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki gagasan untuk membentuk sebuah organisasi sayap atau underbow bernama **Jaringan Solidaritas Rakyat Indonesia**. Organisasi tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Menurutnya, kehadiran organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Selain itu, organisasi tersebut juga akan menjadi sarana bagi anak-anak muda untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Ia menilai, saat ini banyak partai politik yang sedang memasuki fase regenerasi kepemimpinan. Para pendiri partai yang telah berusia lanjut mulai memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk mengambil peran yang lebih besar dalam menentukan arah organisasi politik.
“Kondisi ini merupakan peluang bagi generasi muda untuk tampil dan mengambil bagian dalam membangun politik yang lebih cerdas, modern, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Politik tidak boleh hanya menjadi ruang perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan demokrasi dan pengabdian kepada rakyat,” ujarnya.

Sebagai relawan yang telah aktif dalam berbagai kontestasi politik nasional, Sedulur Kaesang Jokowi mengaku memiliki pengalaman panjang dalam melakukan konsolidasi dan kerja-kerja kerakyatan. Mereka secara rutin melakukan kegiatan roadshow dan konsolidasi di berbagai wilayah, khususnya Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui jaringan yang telah terbentuk tersebut, pihaknya optimistis Jaringan Solidaritas Rakyat Indonesia dapat berkembang menjadi wadah yang mampu menghimpun energi positif generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Kami ingin menghadirkan politik yang cerdas, intelektual, santun, dan saling menghargai sesuai dengan budaya bangsa Indonesia serta nilai-nilai demokrasi. Anak-anak muda harus diberi ruang untuk belajar, berorganisasi, dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

R. Dody Iwa Kusuma Jaya juga menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah konsisten mendukung dan mengawal kepemimpinan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai representasi generasi muda Indonesia di tingkat nasional. Menurutnya, keberadaan Gibran di posisi strategis pemerintahan menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kesempatan yang semakin besar untuk berkontribusi dalam menentukan masa depan bangsa.
”Kami telah ikut mendorong lahirnya kepemimpinan generasi muda di tingkat nasional. Kehadiran Mas Gibran sebagai wakil presiden termuda merupakan simbol bahwa anak muda Indonesia mampu mengambil peran penting dalam pembangunan dan kemajuan negara,” pungkasnya.
