Konawe – Selendangsutra.id_ Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan evaluasi pelayanan kesehatan masyarakat, UPTD Puskesmas Kapoiala Gelar Mini Lokakarya Stunting, Tribulan Ke-1 Tahun 2025 lintas sektoral pada Selasa (6/5/2025) pukul 13.00 WIB di puskesmas setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, antara lain
Camat Kapoiala, Muh Sobri Rustam Sekdis BKKBN Konawe, Yones SE,MM,Kepala Puskesmas (Kapus), dan Bidan Desa.
Mini lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang stunting, serta untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam acara tersebut, Bidan Desa menyampaikan keluhannya terkait dengan tugas masing-masing, antara lain: Kurangnya sumber daya dan fasilitas untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Perlu adanya pelatihan dan pendampingan untuk Bidan Desa dalam upaya pencegahan stunting dan masih kurangnya kesadaran masyarakat khususnya sasaran posyandu, untuk aktif ke posyandu, sehingga perlu peran serta kepala desa sebagai pemangku kepentingan untuk mengajak masyarakatnya terkhusus sasaran posyandu, ibu hamil untuk giat ke posyandu sebagai upaya deteksi dini, resiko melahirkan anak stunting.
Dalam mini lokakarya tersebut, telah dicapai beberapa kesepakatan sebagai berikut:
- Pemerintah Kecamatan Kapoiala akan meningkatkan koordinasi dengan Puskesmas dan Bidan Desa dalam upaya pencegahan stunting.
- Puskesmas akan menyediakan sumber daya dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
- BKKBN Konawe akan menyediakan pelatihan dan pendampingan untuk Bidan Desa dalam upaya pencegahan stunting.
Mini lokakarya stunting di Kapoiala telah berhasil mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi dalam upaya pencegahan stunting. Dengan kesepakatan yang telah dicapai, diharapkan upaya pencegahan stunting di wilayah Kapoiala dapat terwujud.
