BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Muhammad Vahid Faiq memberikan klarifikasi resmi terkait narasi yang beredar melalui akun TikTok bernama “AMK Raja Angkasa” yang diduga mengaitkan dirinya dengan dukungan terhadap aktivitas perusakan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi. Melalui video pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (26/6/2026),

M. Vahid Faiq menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak didukung oleh data maupun alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya Muhammad Vahid Faiq memberikan jawaban terkait narasi yang disampaikan akun TikTok AMK Raja Angkasa. Tuduhan bahwa saya mendukung kegiatan perusakan lingkungan di Banyuwangi jelas tidak memiliki data yang valid maupun alat bukti yang kuat,” ujar Faiq dalam pernyataannya.
Menurutnya, narasi yang beredar di media sosial tersebut hanya membangun opini publik dengan mencatut namanya tanpa dasar yang jelas. Ia menilai tuduhan tersebut berpotensi merugikan reputasi serta mencemarkan nama baiknya di ruang publik.
Faiq juga membantah narasi yang menghubungkan dirinya dengan dugaan dukungan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Tumpang Pitu yang disebut-sebut berkaitan dengan isu kerusakan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatannya sebagaimana yang dituduhkan dalam konten tersebut.
“Klaim tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat. Nama saya dicatut dalam narasi yang dibangun akun TikTok tersebut tanpa bukti yang sah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faiq mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap konten yang beredar. Apabila nantinya ditemukan unsur dugaan pencemaran nama baik maupun pembunuhan karakter sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, ia menyatakan siap menempuh jalur hukum.
”Apabila dari hasil pendalaman terdapat bukti yang mengarah pada dugaan pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter terhadap saya, maka saya akan menempuh proses hukum melalui kepolisian,” katanya.
Menutup pernyataannya, Vahid Faiq mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah membangun opini yang belum didukung fakta dan bukti.
Ia juga mengingatkan agar setiap orang lebih fokus menjalankan pekerjaannya masing-masing daripada menyebarkan tuduhan yang belum terverifikasi.
“Lebih baik sibuk mengerjakan pekerjaan sendiri. Orang yang benar-benar bekerja akan lebih fokus pada tanggung jawabnya daripada mengurusi urusan orang lain tanpa dasar yang jelas,” pungkasnya.
