BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Semangat persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air mewarnai pelaksanaan Dzikir Nasional dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-56 Pondok Pesantren Mansya’ul Huda sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Desa Kedungwungu , Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan berskala nasional tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Ketua DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Sayid Rahman, bersama Sekretaris DPW H. Supriyanto, S.E., yang datang langsung untuk mengikuti rangkaian acara dan mempererat silaturahmi kebangsaan antarjamaah dari berbagai daerah.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Kalimantan Timur, keduanya tiba di Pondok Pesantren Mansya’ul Huda sekitar pukul 12.00 WIB dan disambut langsung oleh Mursyidul A’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda.

Kehadiran para pengurus wilayah dari luar Pulau Jawa tersebut menjadi simbol kuatnya soliditas organisasi dan komitmen bersama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta ukhuwah insaniyah di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara yang diinisiasi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Fathulloh Suyuti Thoha selaku Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, tokoh nasional, tokoh agama, serta para pemimpin organisasi dari berbagai provinsi di Indonesia pada Selasa, 16 Juni 2026.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla. selaku Komandan Pasmar 2 Surabaya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K. mewakili Kapolresta Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., serta Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kav Suprapto yang mewakili Dandim 0825 Banyuwangi.
Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab Krikilan Banyuwangi KH. Thoha Muntaha, Ketua APTRI sekaligus Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur H. M. Arum Sabil, Ketua DPW Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Jawa Timur KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro (Mr. Abie), Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini, AP., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani, S.T., M.Si., serta berbagai tokoh masyarakat dan tokoh lintas daerah.
Turut menghadiri kegiatan tersebut unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo, yakni Camat Tegaldlimo Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si., Danramil Kapten Inf. Edi Supriono, Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, S.H., beserta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dari unsur organisasi dan masyarakat hadir Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi Sudarman, S.Pd., M.Si.,sekaligus Ketua DPC jama’ah Dzikir Nurul Wathon kabupaten Banyuwangi, Habib Jafar dari Jakarta, Ketua DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Kalimantan Timur Sayid Rahman bersama Sekretaris H. Supriyanto, S.E., Sekretaris DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arif Prasetyo beserta rombongan, Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAS) Sandi Suwandi dari Jakarta, Pendiri Media Online Selendangsutra.id Hariyono, Habib Mustofa Banyuwangi, Ketua Yayasan Barokah Sinergi Terpadu Darsono, Drs. H. Nur Hasyim, M.Pd. selaku Ketua FKUB Kecamatan Tegaldlimo, serta Kyai Makruf Al Kharki selaku Ketua MUI Kecamatan Tegaldlimo.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh personel TNI-Polri, ratusan anggota PGRI Banyuwangi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para ustaz, kiai, gus, habaib, santri, jajaran Fatayat NU Kecamatan Tegaldlimo, serta ribuan Jamaah Dzikir Nurul Wathon yang datang dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Hadrah Personel TNI-Polri yang memukau para hadirin, dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi kegiatan Istighotsah Majelis Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Nuansa nasionalisme dan religiusitas semakin terasa saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, serta lagu Perjuangan Buya Hamka yang di nyanyikan oleh TNI-POLRI. Selanjutnya dilaksanakan Istighotsah dan Dzikir Nurul Wathon yang dipimpin langsung oleh KH. Fathulloh Suyuti Thoha, kemudian sambutan, Ketua Umum Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia yang diwakili oleh Ketua DPC Banyuwangi, Sudarman, S.Pd., M.Si., Rangkaian kegiatan ditutup dengan Mau’idzah Hasanah dan doa yang disampaikan oleh KH. Thoha Muntaha, Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab Krikilan Banyuwangi.

Dalam keterangannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa Dzikir Nasional bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, melainkan ikhtiar spiritual kolektif untuk memohon keselamatan bangsa, memperkuat persatuan nasional, serta mendoakan para pemimpin negara agar senantiasa diberikan petunjuk, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah rakyat.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama memanjatkan doa bagi Indonesia agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, serta keberkahan. Doa juga akan dipanjatkan untuk Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, beserta seluruh pemimpin bangsa agar diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kemampuan menjalankan tugas demi kemajuan Indonesia,” ujar KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Sementara itu, Sekretaris DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia Kalimantan Timur, H. Supriyanto, S.E., mengaku bersyukur dapat hadir secara langsung dalam kegiatan yang mempertemukan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Menurutnya, Dzikir Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat silaturahmi antarjamaah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
”Kami datang dari Kalimantan Timur dengan penuh semangat untuk mengikuti Dzikir Nasional ini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia, yakni berdoa untuk keselamatan bangsa dan memperkuat ukhuwah kebangsaan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Indonesia dan semakin mempererat persaudaraan di antara seluruh jamaah,” ungkap Supriyanto.
Dzikir Nasional yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Mansya’ul Huda tersebut dihadiri ribuan jamaah, ulama, habaib, tokoh masyarakat, santri, serta unsur TNI dan Polri dari berbagai daerah. Selain menjadi rangkaian peringatan Harlah ke-56 Ponpes Mansya’ul Huda, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkokoh sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
Melalui kegiatan ini, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia kembali menegaskan eksistensinya sebagai wadah pemersatu umat yang konsisten mengedepankan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat dzikir, doa, dan kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan spiritual dan persatuan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa serta mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
