YOGYAKARTA – Majelis Taklim (MT) Mutiara Pagi kembali menggelar Pengajian Ahad Kliwon yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius di kediaman pendiri majelis, H. Ramadhan GS, di Jalan Cangkringan Raya No. 99, Tegalsari, Tirtomartani, Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang hadir untuk mengikuti kajian keislaman sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat. Suasana kekeluargaan dan semangat menuntut ilmu tampak mewarnai jalannya acara sejak awal hingga selesai.

Pengajian menghadirkan penceramah nasional, Prof. Dr. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) H. Muhammad Kurnia Hasanudin, S.E., M.A dari keraton Surakarta yang dikenal luas sebagai tokoh intelektual dan pendakwah yang aktif menyampaikan pesan-pesan keislaman, kebangsaan, serta moderasi beragama di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam tausiyahnya, Prof. KGPH Muhammad Kurnia Hasanudin mengajak umat Islam untuk terus memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, umat Islam memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat persaudaraan, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Islam mengajarkan kasih sayang, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Karena itu, penguatan akhlak dan spiritualitas harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat dan kebangsaan,” ujar Prof. KGPH Muhammad Kurnia Hasanudin di hadapan jamaah.

Sementara itu, H. Ramadhan GS, selaku pendiri Majelis Taklim Mutiara Pagi, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian Ahad Kliwon merupakan bagian dari ikhtiar membangun ruang pembelajaran keagamaan yang inklusif, menyejukkan, dan mampu menjawab kebutuhan spiritual masyarakat.
Menurutnya, Majelis Taklim Mutiara Pagi yang di selenggarakan rutin tiap bulan tepatnya hari ahad kliwon ini hadir sebagai wadah kajian keislaman, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta membangun kesadaran kolektif untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Kami berharap Majelis Taklim Mutiara Pagi dapat terus menjadi rumah bersama bagi umat untuk belajar, bersilaturahmi, dan memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Melalui pengajian seperti ini, kita ingin menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tutur H. Ramadhan GS pada awak media melalui sambungan whatsapp.

Ia juga mengapresiasi antusiasme jamaah yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang memberikan kesejukan, pencerahan, dan penguatan moral di tengah dinamika kehidupan modern.

Pengajian Ahad Kliwon MT Mutiara Pagi turut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Gus, Ustadz, Kyai, Ulama, akademisi, serta ribuan jamaah dari berbagai kalangan.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa majelis taklim masih memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan umat sekaligus perekat persatuan bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, MT Mutiara Pagi berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjadi agen perdamaian dan kemajuan di lingkungan masing-masing.
Dengan mengusung semangat dakwah yang menyejukkan dan merangkul seluruh elemen masyarakat, Majelis Taklim Mutiara Pagi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara.
