BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Pondok Pesantren Mansya’ul Huda bersama Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Kithoh Indonesia mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Lahir (Harlah) ke-56 pondok pesantren yang akan dirangkaikan dengan Istighotsah Akbar Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-kithoh Indonesia dalam menyambut 1 Muharram 1447 HiHijriah.

Persiapan tersebut ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi kerja pembentukan panitia yang berlangsung di kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda sekaligus Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Kithoh Indonesia, KH. Fethulloh Suyuti Thoha, di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu malam (6/6/2026).

Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, khidmat, dan semangat gotong royong tersebut dihadiri oleh KH. Fethulloh Suyuti Thoha, Danramil Tegaldlimo Kapten Inf. Edi Supriono, jajaran pengurus pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu menjadi langkah strategis untuk menyusun dan mengonsolidasikan seluruh elemen panitia menjelang pelaksanaan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H.

Dalam arahannya, KH. Fethulloh Suyuti Thoha menegaskan pentingnya pembagian tugas yang jelas dan terstruktur agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
”Malam ini kita melakukan pembagian tugas kepada seluruh panitia pelaksana. Setiap bidang harus memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing agar kegiatan besar yang akan kita laksanakan dapat berjalan dengan baik, aman, tertib, dan penuh keberkahan,” ujar KH. Fethulloh Suyuti Thoha.
Menurutnya, Harlah ke-56 Pondok Pesantren Mansya’ul Huda bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, persatuan umat, serta mempererat sinergi antara pondok pesantren, TNI, Polri, dan masyarakat.
Ia juga berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong demi menyukseskan kegiatan yang diproyeksikan akan dihadiri jamaah dari berbagai wilayah di Banyuwangi maupun daerah lain di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, KH. Fethulloh Suyuti Thoha turut menyampaikan bahwa pelantikan pengurus DPW Provinsi Jawa Timur dan DPC Kabupaten Banyuwangi Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Kithoh Indonesia untuk sementara waktu dijadwalkan ulang atau di tunda. Penyesuaian penundaan jadwal dilakukan karena masih menunggu kepulangan Ketua DPW Jawa Timur yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
Sementara itu, Danramil Tegaldlimo Kapten Inf. Edi Supriono menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas wilayah, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait susunan kepanitiaan, pembagian tugas setiap bidang, sistem pengamanan, konsumsi, perlengkapan, publikasi, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Seluruh peserta rapat menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi aktif demi menyukseskan peringatan Harlah ke-56 Pondok Pesantren Mansya’ul Huda dan Istighotsah Akbar Jama’ah Dzikir Nurul Wathon.
Melalui peringatan Harlah ke-56 ini, Pondok Pesantren Mansya’ul Huda diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat yang mampu melahirkan generasi berakhlakul karimah, berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan bermartabat. “Merawat Tradisi Keislaman, Menguatkan Persatuan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas.”
