PENAJAM PASER UTARA, Selendangsutra.id— Ribuan jama’ah dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam agenda Dzikir Nurul Wathon dan doa kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan religius berskala nasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus DPW dan DPC Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia se-Kalimantan Timur yang sebelumnya digelar di kawasan Gedung Kemenko 3 IKN.
Usai prosesi pengukuhan pengurus DPW dan DPC, rombongan pengurus dan jama’ah melanjutkan agenda silaturahmi kebangsaan dengan meninjau kawasan Istana Nusantara dan sejumlah titik strategis di IKN.

Suasana khidmat dan penuh nuansa persaudaraan tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara. Ribuan jama’ah yang hadir berasal dari berbagai kabupaten, provinsi, hingga lintas pulau di Indonesia. Kehadiran para ulama, habaib, tokoh agama, kiai, ustadz, serta elemen masyarakat semakin memperkuat pesan spiritual dan kebangsaan dalam kegiatan tersebut. Nuansa syiar Islam dan nasionalisme semakin terasa dengan penampilan grup hadrah dari Polres Balikpapan yang turut memeriahkan acara.

Dalam tausiyahnya, Mursyidul’am KH. Fathulloh Suyuti Thoha yang didampingi Dewan Pembina Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Hariyanto Syahputra, menegaskan bahwa dzikir bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga media memperkuat ukhuwah, persatuan bangsa, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Dzikir Nurul Wathon adalah energi spiritual untuk menjaga persatuan bangsa, memperkuat akhlak umat, dan menanamkan cinta kepada Indonesia. IKN bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga harus dibangun dengan kekuatan moral dan spiritual,” ujar KH. Fathulloh Suyuti Thoha di hadapan ribuan jama’ah.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Fathulloh juga mengajak seluruh jama’ah untuk terus menjaga harmoni sosial, mempererat persaudaraan lintas daerah, serta mendukung pembangunan nasional melalui doa dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon hadir bukan hanya sebagai wadah spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan moral yang memiliki komitmen menjaga keutuhan bangsa dan mendoakan keselamatan negara menuju cita-cita besar Indonesia Emas.
“Jama’ah dzikir ini bertujuan mendoakan keselamatan bangsa menuju Indonesia Emas. Di sisi lain, jama’ah ini juga mendoakan seluruh pemimpin agar amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada rakyat Indonesia, khususnya mendoakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan kekuatan dalam menuntaskan tanggung jawab negara kepada rakyat,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disambut lantunan doa dan dzikir yang menggema di kawasan Masjid Negara IKN. Ribuan jama’ah tampak larut dalam suasana spiritual yang penuh kekhusyukan, memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, dan kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi seluruh rakyat.

Kegiatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi antara nilai-nilai keislaman, nasionalisme, dan pembangunan bangsa di era baru Ibu Kota Nusantara. Di tengah pembangunan fisik IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon menegaskan pentingnya pembangunan karakter, moral, dan spiritual sebagai pondasi utama kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ketua DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia Kalimantan Timur, Sayet Rahman, bersama seluruh jajaran struktur kepengurusan DPW Kaltim, di antaranya Wakil Ketua I Susilo, Wakil Ketua II Agel Suwarno, serta Sekretaris H. Supriyanto, S.E., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, serta jama’ah yang telah mendukung suksesnya pelantikan hingga seluruh rangkaian kegiatan spiritual di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Sayet Rahman, keberhasilan acara tersebut menjadi bukti kuat bahwa Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khithoh Indonesia terus berkembang sebagai wadah spiritual yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat ukhuwah, kebangsaan, dan penguatan nilai-nilai religius.

Ia menilai momentum pelantikan DPW dan DPC se-Kalimantan Timur bukan sekadar agenda organisasi, melainkan tonggak penting dalam memperkuat eksistensi jama’ah di tengah dinamika pembangunan nasional, khususnya di kawasan IKN sebagai simbol masa depan Indonesia.
“Kami bersyukur pelantikan DPW dan DPC se-Kalimantan Timur berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Kehadiran ribuan jama’ah dari berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat persatuan, dzikir, dan cinta Tanah Air terus hidup di tengah masyarakat,” kata Sayet Rahman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Jama’ah Dzikir Nurul Wathon hadir membawa misi dakwah yang menyejukkan dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai spiritual harus berjalan beriringan dengan semangat pembangunan nasional agar tercipta keseimbangan antara kemajuan fisik dan kekuatan moral masyarakat.
Sayet Rahman juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas sosial di tengah perkembangan IKN yang menjadi perhatian nasional maupun internasional. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikan Jama’ah Dzikir Nurul Wathon sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan cinta NKRI.
Ia menambahkan, DPW Kalimantan Timur ke depan akan terus memperluas program dakwah, kegiatan sosial kemasyarakatan, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis spiritualitas di berbagai daerah.
Program tersebut, lanjutnya, akan difokuskan pada penguatan pendidikan akhlak, kepedulian sosial, pemberdayaan umat, hingga pengembangan majelis dzikir di tingkat kabupaten dan kota agar keberadaan jama’ah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kami ingin Jama’ah Dzikir Nurul Wathon menjadi perekat persaudaraan umat dan bangsa. Selain memperkuat dzikir serta syiar keagamaan, kami juga ingin menghadirkan gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terciptanya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat,” ujujarnya
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan dengan pengawalan serta pengamanan dari unsur TNI-Polri hingga seluruh acara berjalan lancar dan khidmat.
