NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR — Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam prosesi pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia se-Kalimantan Timur, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan itu dihadiri sekitar dua ribu jamaah, tokoh nasional, tokoh daerah, unsur pemerintah, TNI-Polri, ulama, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon, KH. Fathulloh Suyuti Thoha bersama Ketua Umum DPP Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, Prof. DR. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M..

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono, Wakil Walikota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M, Perwakilan Kapolda Kalimantan Timur, Perwakilan Pangdam VI/Mulawarman, Kajati Kalimantan Timur, Gubernur yang di wakili Wakil Gubernur Kalimantan Timur, serta Mursyidul’am Jamaah Dzikir Nurul Wathon KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Turut hadir pula Ketua Umum Jamaah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia Prof. DR. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., Penasihat Pusat Mayjen TNI (Purn) Hariyanto Syahputra, Sekjen Agus Prastowo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, Ketua DPRD beserta jajaran Provinsi Kalimantan Timur, serta para kepala dinas di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu, hadir pula Ketua DPW Jamaah Dzikir Nurul Wathon Kalimantan Timur Sayet Rahman bersama Wakil Ketua I Susilo, Wakil Ketua II Agel Suwarno, Sekretaris H. Supriyanto, S.E., Bendara, serta seluruh jajaran pengurus DPW dan DPC Jamaah Dzikir Nurul Wathon se-Kalimantan Timur.

Prosesi tersebut juga dihadiri para tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama, panitia pelantikan dan Dzikir Nasional Jamaah Dzikir Nurul Wathon, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur maupun dari berbagai provinsi dan pulau di seluruh Indonesia.

Ketua DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Kalimantan Timur, Sayet Rahman menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan di IKN bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran spiritual dalam pembangunan bangsa. “Pengukuhan ini menjadi tonggak sejarah lahirnya gerakan spiritual kebangsaan di Kalimantan Timur, khususnya di Ibu Kota Nusantara. Jama’ah Dzikir Nurul Wathon hadir untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah demi menjaga persatuan bangsa,” ujar Sayet Rahman.
Ia menambahkan, keberadaan Jama’ah Dzikir Nurul Wathon di Bumi Etam diharapkan mampu menghadirkan kesejukan spiritual sekaligus memperkuat moralitas sosial di tengah dinamika pembangunan nasional.
“Kami ingin dzikir tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi menjadi energi kolektif untuk membangun masyarakat yang jujur, berakhlak mulia, produktif, dan cinta tanah air,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Jama’ah Dzikir Nurul Wathon, Prof. DR. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M. menegaskan pentingnya sinergi antara kekuatan spiritual dan pembangunan nasional dalam menghadapi tantangan masa depan Indonesia.
Menurutnya, IKN bukan hanya simbol perpindahan pusat pemerintahan, melainkan juga titik lahirnya peradaban baru Indonesia yang membutuhkan pondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Indonesia tidak cukup hanya dibangun dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan ruhani. Karena bangsa yang besar membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi, ekonomi, dan ketahanan moral masyarakatnya,” tegas Prof. Teguh Sumarno.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program strategis nasional yang berpihak pada rakyat, mulai dari penguatan pendidikan, ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, hingga pemberdayaan UMKM dan rumah ibadah.
“Kami mengajak seluruh jamaah untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. Dzikir harus melahirkan gerakan nyata dalam pemberdayaan umat, penguatan ekonomi syariah, pertanian, peternakan, hingga menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mursyidul’am KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan pesan spiritual dan kebangsaan kepada seluruh jamaah agar senantiasa menjaga persatuan serta mendoakan para pemimpin bangsa.
Menurut beliau, dzikir merupakan benteng moral bangsa yang mampu melahirkan pemimpin amanah dan masyarakat yang berakhlakul karimah.
“Dzikir adalah pengikat hati kepada Allah SWT. Dari hati yang bersih akan lahir bangsa yang kuat, masyarakat yang damai, dan pemimpin yang adil. Karena itu, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon harus menjadi penjaga moral dan penjaga persatuan Indonesia,” tutur KH. Fathulloh Suyuti Thoha.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga hubungan harmonis antara ulama dan umara demi menjaga stabilitas nasional serta masa depan Indonesia yang damai dan bermartabat.
Acara pengukuhan berlangsung meriah dan penuh khidmat, ditandai dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, serta pengukuhan pengurus DPW dan DPC Jama’ah Dzikir Nurul Wathon se-Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol kuat bahwa Ibu Kota Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan modern, tetapi juga diharapkan menjadi pusat lahirnya energi spiritual, persatuan nasional, dan kebangkitan moral bangsa Indonesia.
(Pewarta Yanto Pimred)
