BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Upaya membangun generasi sehat dan berdaya saing terus digaungkan dari daerah. Sosok Yunus Wahyudi, yang dikenal luas dengan julukan “Harimau Blambangan”, kembali menunjukkan perannya sebagai figur publik yang aktif menggerakkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sebagai Duta Kesehatan Olahraga Banyuwangi yang diangkat secara spontan oleh masyarakat dan kalangan pelajar, Yunus tampil tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga pelaku langsung di lapangan. Ia rutin hadir dalam berbagai kegiatan olahraga masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga lembaga pendidikan, sebagai bagian dari komitmennya membangun budaya hidup sehat.
Dalam kunjungannya ke Yayasan Iswahyudi di wilayah Muncar, Yunus menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
“Saya ingin hadir di setiap kegiatan olahraga masyarakat. Ini bukan hanya tugas, tapi bagian dari kehidupan saya,” ujarnya.
Sorotan Serius: Ancaman Narkoba pada Generasi Muda
Di tengah semangat mendorong pola hidup sehat, Yunus juga menyampaikan peringatan keras terkait ancaman narkoba yang dinilai semakin menyasar anak-anak dan generasi muda. Ia menilai, peredaran narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa.
“Para penyebar narkoba saat ini menargetkan anak-anak dan pemuda. Ini sangat berbahaya karena merusak generasi dari dalam. Maka saya ingatkan, jauhi narkoba dan tetap berolahraga untuk menabung kesehatan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya soal pendidikan formal, tetapi juga perlindungan terhadap ancaman sosial yang dapat menghancurkan potensi generasi penerus.
Selain perannya sebagai duta kesehatan, Yunus juga dikenal sebagai Ketua Yakuza Maneges Banyuwangi, sebuah organisasi non-partisan yang digagas oleh Gus Thuba Topo Broto. Organisasi ini berfokus pada pembinaan masyarakat marjinal melalui pendekatan sosial dan spiritual yang dikenal dengan konsep “Zuhud Abadi”, yakni transformasi dari kehidupan yang kelam menuju pribadi yang bersih dan bermartabat.
Keterlibatannya dalam berbagai sektor mulai dari kontrol sosial, pembinaan masyarakat, hingga promosi kesehatan menjadikan Yunus sebagai representasi aktivisme lokal yang berdampak luas.
Yunus juga memberikan apresiasi terhadap Yayasan Iswahyudi yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui layanan kesehatan olahraga gratis. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengabdian yang patut didukung bersama.
“Ini contoh nyata bagaimana kesehatan olahraga bisa dihadirkan tanpa membebani masyarakat. Kesehatan dan pendidikan harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan kebersamaan antara Yunus, keluarga, dan masyarakat setempat melalui sarapan sehat berupa kacang hijau, roti, dan minuman bergizi, serta tradisi makan bubur bersama yang menjadi bagian dari kebersamaan sosial.
Menutup kegiatan, Yunus kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan sebagai fondasi kehidupan.
“Salam sehat untuk seluruh masyarakat Banyuwangi. Jangan lupa bahagia, karena dari tubuh yang sehat lahir generasi yang kuat,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang humanis namun tegas, Yunus Wahyudi terus mengukuhkan perannya sebagai penggerak perubahan di tingkat lokal, yang gaung pesannya kini mulai meluas ke tingkat nasional, mendorong pentingnya sinergi antara kesehatan, pendidikan, dan perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba.
