0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
Banyuwangi, Selendangsutra.id – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi saksi pertemuan strategis tiga tokoh sentral Majelis Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi dan ekspansi dakwah nasional. Pertemuan berlangsung di kediaman KH. Fathulloh Suyuti Thoha selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mansy’aul Huda di desa kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi – Jatim. Rabu (4/3/2026) pukul 20.00 WIB, usai pelaksanaan Sholat Tarawih.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental, mencerminkan kuatnya ukhuwah dan komitmen bersama dalam membangun gerakan dzikir yang berorientasi pada pembinaan umat.
Hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut Mursyid ‘Am KH. Fathulloh Suyuti Thoha, Ketua Umum Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M,, serta panitia pelaksana pelantikan dari DPD Provinsi Kalimantan Timur, H. Supriyanto selaku Sekretaris DPD Kalimantan Timur. Silaturahmi ini sekaligus mematangkan persiapan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada hari minggu terahir di bulan April 2026 di Ibu Kota Negara, Agenda tersebut diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan dan peran organisasi di wilayah Kalimantan Timur.

Selain pertemuan tatap muka, kegiatan juga dilanjutkan melalui sambungan daring (Zoom Meeting) yang dimulai pukul 22.00 WIB selama kurang lebih 40 menit. Forum virtual tersebut diikuti jajaran pengurus pusat dan daerah, termasuk Mursyid ‘Am, Ketua Umum, penasihat, sekretaris jenderal, serta panitia pelaksana dari Kalimantan Timur.
Rangkaian acara sambungan daring (Zoom Meeting) diawali dengan sambutan dari H. Supriyanto selaku panitia pelaksana, ketua umum Dr. Drs. H. Teguh Sumarno,, M.M,, lalu sambutan dari Penasihat ” Jendral TNI (Purn) Heriyanto, kemudian doa pemultup yang dipimpin langsung oleh mutsyidul’am” KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Dalam arahannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan DPD wilayah Kalimantan Timur merupakan bagian dari ikhtiar dakwah yang harus dilandasi dengan niat tulus dan iklas serta komitmen spiritual yang kuat.
“Organisasi ini bukan semata struktur administratif, tetapi wadah pembinaan ruhiyah. Jaga kemurnian niat, perkuat dzikir, dan bangun solidaritas untuk kemaslahatan umat demi keselamatan bangsa. “tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dr. Drs. H. Teguh Sumarno,,M.M,, menekankan bahwa penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah adalah langkah strategis dalam memperluas syiar Islam yang menyejukkan dan moderat.
“Ramadhan adalah momentum terbaik memperkuat konsolidasi ruhiyah sekaligus organisasi. Kami berharap pelantikan DPD Kalimantan Timur menjadi awal kebangkitan gerakan dzikir dan pembinaan umat yang berdampak nasional,” ujarnya dalam sambungan daring.
Pertemuan tidak hanya membahas aspek teknis pelantikan, tetapi juga merumuskan strategi program kerja jangka menengah dan panjang, meliputi penguatan dakwah berbasis majelis, pengembangan kaderisasi, serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.
Soliditas yang terbangun dalam forum tersebut mencerminkan keseriusan Majelis Dzikir Nurul Wathon dalam memposisikan diri sebagai gerakan spiritual yang inklusif, adaptif terhadap dinamika zaman, serta berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Dengan terselenggaranya konsolidasi ini, pelantikan pengurus DPD Kalimantan Timur diharapkan berjalan lancar dan menjadi tonggak penting dalam memperluas peran Majelis Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi wal khitoh Indonesia di tingkat nasional, khususnya dalam membumikan nilai-nilai dzikir, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat moral umat di tengah tantangan sosial yang kian kompleks. “ujar Ketua Umum.

Sekretaris DPD Provinsi Kalimantan Timur, H. Supriyanto, S.E., menyampaikan bahwa konsolidasi nasional Majelis Dzikir Nurul Waton Al Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia kembali dilaksanakan melalui rapat jarak jauh (Zoom Meeting) yang mempertemukan pendiri majelis dan Ketua Umum, serta calon jajaran pengurus DPD dan DPC se-Kalimantan Timur.
Menurutnya, rapat yang digelar dari kediaman Abah KH. Suyuti Toha selaku Mursyidul ‘Am tersebut merupakan pertemuan ketiga yang secara khusus difokuskan untuk mematangkan seluruh agenda pelantikan kepengurusan di Provinsi Kalimantan Timur.
“Kegiatan ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menyiapkan pelantikan DPD dan DPC se-Kalimantan Timur agar berjalan tertib, terstruktur, dan penuh kekhidmatan. Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari konsolidasi organisasi secara nasional,” ujar H. Supriyanto kepada awak media usai pelaksanaan Zoom Meeting.
Ia menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi antara pengurus pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, sekaligus memperkokoh eksistensi majelis dalam membangun pembinaan umat di berbagai daerah, khususnya di Kalimantan Timur.
Fokus utama pembahasan adalah kesiapan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Kalimantan Timur serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada minggu terakhir April 2026. Agenda tersebut sebelumnya direncanakan pada 12 April 2026, namun mengalami penyesuaian jadwal karena sebagian pengurus DPC masih berada di luar provinsi. Pelantikan akan digelar di Ibu Kota Negara, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Momentum ini dinilai bersejarah karena menjadi pelantikan perdana DPD Majelis Dzikir Nurul Waton Al Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia untuk wilayah tersebut. “Tambahnya.
Sekretaris DPD Kalimantan Timur, H. Suprianto, S.E., menegaskan bahwa seluruh panitia di daerah telah bekerja maksimal demi menyukseskan agenda besar ini. “Alhamdulillah, persiapan berjalan sangat baik. Panitia di Kalimantan Timur bekerja siang dan malam, mulai dari administrasi, koordinasi lintas lembaga, akomodasi, hingga penyiapan lokasi kegiatan. Kami juga melakukan komunikasi intensif dengan Gubernur serta unsur Forkopimda Kalimantan Timur agar pelantikan ini berjalan lancar dan khidmat,” ujar Suprianto.
Supriyanto menjelaskan, pelantikan di Penajam Paser Utara bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan tonggak awal penguatan dakwah dan pembinaan umat di Bumi Etam. “Kami berharap Majelis Dzikir Nurul Waton dapat terus berkembang dan terbentuk di seluruh Indonesia. Spirit kebersamaan dan nilai dzikir harus menjadi perekat umat dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” tegasnya.
H. Suprianto,,S.E,, juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin sinergi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi profesi dan kemasyarakatan seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta jaringan Hambalang yang sebelumnya turut berperan aktif dalam pengukuhan pengurus DPP di Bogor.
Kolaborasi lintas organisasi tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan strategis dalam memperluas peran majelis dzikir sebagai wadah pembinaan spiritual, sosial, dan kebangsaan.
Dengan dukungan solid dari pusat dan daerah, serta koordinasi yang terstruktur, pelantikan DPD dan DPC se-Kalimantan Timur diharapkan menjadi momentum kebangkitan dan perluasan gerakan Majelis Dzikir Nurul Waton Al Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia secara nasional. ” Pungkasnya.
