BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Direktur Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Abadi Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Siti Rukaiyah, yang dikenal sebagai penggerak BUMDesma terbaik se-Kabupaten Tuban, menyempatkan diri pulang kampung ke Banyuwangi, Minggu (15/2/2026).

Di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab besar dalam memajukan kinerja lembaga yang dipimpinnya, Siti Rukaiyah tetap menempatkan silaturahmi sebagai prioritas utama.
Kepulangan Siti Rukaiyah dimanfaatkan untuk bersua dan bernostalgia bersama teman-teman semasa kecil saat mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Bubuk, Dusun Banje, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Momen hangat itu difasilitasi oleh Kariyawan (Wawan) selaku koordinator, yang menginisiasi pertemuan di Rumah Makan Pawonku, wilayah Srono.
Suasana penuh keakraban dan kehangatan terasa kental saat para sahabat lama berkumpul. Sambil menikmati hidangan makan siang, mereka berbagi cerita, mengenang kenangan masa kecil, serta melepas rindu yang terpendam. Tawa riang dan obrolan ringan mengalir alami, menciptakan momen kebersamaan yang sarat makna dan tak terlupakan.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Rukaiyah juga berbagi kisah perjalanan hidup dan kariernya yang dimulai dari nol hingga berhasil meraih kepercayaan memimpin BUMDesma Abadi Widang. Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraihnya tidak lepas dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan tim pengurus dan anggota yang solid dan kooperatif.
“Kesuksesan ini bukan semata-mata hasil kerja saya pribadi, melainkan buah dari kebersamaan, komitmen, dan semangat kolektif seluruh pengurus serta anggota BUMDesma Abadi. Saya hanya menjalankan amanah sebaik mungkin,” ujar Siti Rukaiyah.
Sementara itu, mewakili rekan-rekannya, Kariyawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian yang diraih Siti Rukaiyah.
“Kami mewakili teman-teman merasa sangat bangga atas pencapaian dan kesuksesan yang diraih Bu Siti. Semoga selalu diberi kesehatan, keberkahan, dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati serta menginspirasi siapa pun,” pungkas Wawan.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan dan pencapaian karier, nilai kebersamaan, persahabatan, serta penghormatan terhadap akar kehidupan tetap menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup seseorang.
