BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Jawa Timur, KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptanagof (Gus Jowo), yang juga Owner Brilliant English Course Kampung Inggris Pare, melakukan silaturahmi ke Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, di Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (10/2/2026) malam.

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB tersebut turut dihadiri Syekh Qomaruddin Al Habib, ulama asal Jember sekaligus Kepala Bidang Keagamaan DPW MATRA Jawa Timur, Florencia, Ketua Koordinator Wilayah RAMPAS (Rumah Amanat Mandiri Prabowo Subianto) Jawa Timur, serta rombongan habaib dan tokoh masyarakat. Kehadiran para tamu juga mendapat pengawalan dari jajaran Kodim 0825 Banyuwangi yang diwakili Provos Seger serta Salam Bikwanto dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

Rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh KH. Fathulloh Suyuti Thoha di kediamannya. Suasana pertemuan berlangsung akrab, sarat makna, serta diliputi nuansa persaudaraan dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Jowo menegaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus membangun sinergi strategis antara tokoh adat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan. Sinergi tersebut dinilai penting dalam memperkuat dakwah, membangun pendidikan karakter, serta melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara di tengah tantangan globalisasi.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter. Kolaborasi antara pesantren dan elemen masyarakat adat menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus perubahan zaman,” ujar Gus Jowo.

Sementara itu, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi komitmen MATRA Jawa Timur dalam merawat kelestarian budaya serta nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang religius, berbudaya, serta memiliki daya saing.
“Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan menyatukan visi dalam membangun umat dan bangsa, khususnya melalui jalur pendidikan dan dakwah,” tutur KH. Fathulloh.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama, foto bersama, serta diskusi ringan mengenai penguatan peran pesantren, pendidikan berbasis karakter, dan pelestarian budaya lokal sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, beradab, dan berdaya saing.
