BANYUWANGI , Selendangsutra.id — Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Cahaya Baru bersama Pondok Pesantren KI Mujib menggelar Pengajian Umum Haflatul Imtihan dan Istighotsah, Selasa (10/2/2026), bertempat di kompleks Pondok Pesantren KI Mujib, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan religius yang dimulai pukul 13.00 WIB atau ba’da Dhuhur ini berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Hadir dalam kesempatan tersebut KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptanagof (Gus Jowo), Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Jawa Timur sekaligus Owner Brilliant English Course Kampung Inggris Pare, didampingi Syekh Qomaruddin Al Habib, ulama asal Jember yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Keagamaan DPW MATRA Jawa Timur, Ketua Koordinator Wilayah RAMPAS (Rumah Amanat Mandiri Prabowo Subianto) Jawa Timur, Florencia bersama rombongannya dari Surabaya,

Pengasuh Pondok Pesantren KI Mujib, Kyai Ahmad Saikhu, menyampaikan bahwa kegiatan Haflatul Imtihan dan Istighotsah ini merupakan ikhtiar spiritual untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta mempersiapkan mental dan rohani umat dalam menyongsong bulan penuh berkah, Ramadan 1447 H.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap jamaah semakin menguatkan keimanan, memperdalam ketakwaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar Kyai Ahmad Saikhu.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptanagof (Gus Jowo), Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Jawa Timu menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, mempererat persatuan bangsa serta menguatkan peran pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlakul karimah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan spiritual.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk membangun kesadaran spiritual, memperbaiki akhlak, serta mempererat persaudaraan. Inilah waktu terbaik untuk menata kembali hubungan kita dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan,” tutur Gus Jowo.

Ia juga menegaskan sinergi antara pesantren, tokoh agama, masyarakat adat, dan organisasi kemasyarakatan merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai religius dan budaya luhur. “Ungkapnya

Kegiatan pengajian akbar ini berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Sejak siang hari, jamaah tampak memadati area pondok pesantren untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan istighotsah, dilanjutkan tausiyah, doa bersama, serta penutup yang dipimpin langsung oleh para masyayikh dan habaib.

Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, menjadikan pengajian ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan spiritual yang sarat makna dalam menata hati dan memperkuat kebersamaan.

Pengajian umum ini sekaligus menjadi salah satu agenda keagamaan strategis di wilayah Banyuwangi dalam menyambut Ramadan, serta mempertegas peran pesantren dan majelis taklim sebagai pusat penguatan nilai-nilai keislaman, keteduhan sosial, dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
