Banyuwangi, Selendangsutra.id – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Srono, H. Saifudin, S.H., M.M., mengajak Dharma Wanita Persatuan (DWP), Persit, Bhayangkari, serta seluruh organisasi perempuan di Kecamatan Srono untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pendopo Kecamatan Srono, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh anggota DWP dari berbagai instansi di wilayah Kecamatan Srono. Acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dengan diisi tausiah keagamaan oleh KH. Slamet Ansari dari MAN 3 Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Plt Camat Srono H. Saifudin memperkenalkan diri sebagai pimpinan wilayah yang baru serta menegaskan bahwa amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya peran strategis perempuan, khususnya Dharma Wanita, sebagai salah satu indikator kemajuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Peran ibu-ibu sangat penting, baik dalam mendampingi suami dalam pengambilan kebijakan maupun dalam mendidik generasi penerus di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Saifudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kecamatan Srono. Ia juga menyinggung capaian Kecamatan Srono yang berhasil meraih peringkat pertama dalam pemutakhiran data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) Nasional.
Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan ditunjuknya Kabupaten Banyuwangi sebagai pilot project nasional Program Perlindungan Sosial Nasional (Peling SOS). Program ini dinilai efektif karena menggunakan indikator lintas lembaga, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Samsat, dan BPJS, guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
“Melalui Peling SOS, penerima bansos diverifikasi berdasarkan data yang valid dan terintegrasi. Kami berharap sistem ini dapat diterapkan secara nasional untuk meminimalisir kesalahan sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah masa uji coba selesai, sebanyak 32 kabupaten/kota dari berbagai daerah dijadwalkan melakukan studi tiru ke Banyuwangi untuk mempelajari penerapan sistem tersebut.
Hal ini menunjukkan potensi Banyuwangi sebagai rujukan nasional dalam tata kelola perlindungan sosial.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, H. Saifudin menegaskan bahwa semangat kerja, kinerja, sinergi, dan kolaborasi harus tetap dijaga. Ia berharap seluruh program di Kecamatan Srono dapat berjalan optimal serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto demi kemaslahatan umat.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Srono, Ari Miftahul Zannah Saifuddin, menyampaikan permohonan maaf karena baru memperkenalkan diri kepada anggota DWP. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang hadir serta panitia dari MAN 3 Banyuwangi yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Acara ditutup dengan tausiah KH. Slamet Ansari yang mengajak seluruh hadirin meneladani nilai-nilai spiritual Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, organisasi, maupun pengabdian kepada masyarakat.
