0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Universitas Doktor H. Sumarno (UNISMAR) secara resmi menggelar kegiatan Launching UNISMAR sebagai penanda alih bentuk Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) menjadi universitas. Kegiatan tersebut dirangkai dalam forum dialog bertajuk “Ngobras: Sinergi Penguatan Kampus”, yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul. 08.00 wib, bertempat di Aula UNISMAR, Jalan Jember–Cluring, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Transformasi kelembagaan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Dengan status universitas, UNISMAR diharapkan mampu memperluas cakupan keilmuan lintas disiplin, meningkatkan mutu akademik, serta mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing nasional, dan berakhlak mulia.

Rangkaian acara diawali dengan doa dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNISMAR. Acara kemudian diisi pemutaran video kilas balik perjalanan institusi, sambutan para tokoh, serta ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol resmi berlakunya alih bentuk dari STIB menjadi Universitas Doktor H. Sumarno (UNISMAR) Banyuwangi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Puspa Dunia Dra. Hj. Isnainiwati, M.Pd., Pembina Yayasan Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., Sekretaris Yayasan dr. Moh. Dwi Puspa Setiawan, jajaran pengurus yayasan, pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, sivitas akademika UNISMAR, serta tamu undangan dari berbagai elemen.

Launching UNISMAR juga mendapat kehormatan dengan kehadiran sejumlah tokoh akademisi nasional, di antaranya
(1) Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., (2) Prof. Akh. Muzakki, Ph.D., (3) Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A., dan (4) Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M.

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa UNISMAR lahir dengan semangat besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkarakter, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi internal dan eksternal agar UNISMAR mampu tumbuh sebagai universitas yang diperhitungkan secara nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., yang didampingi Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip., SEA., M.Phil., Ph.D. Menurutnya, kehadiran kedua tokoh nasional tersebut sarat makna dan membawa keberkahan bagi perjalanan UNISMAR ke depan.
Dalam sambutannya, Dr. Drs.H. Teguh Sumarno,M.M,, mengenang perjalanan awal pendirian Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB), cikal bakal Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) yang menerima Surat Keputusan (SK) pendirian pada 17 April 2004. Saat itu, SK tersebut diantarkan langsung oleh Azizi dari Kementerian RI, didampingi Ridwan, Koordinator Kopertais Wilayah IV. Kehadiran para tokoh tersebut, kata dia, memberikan dukungan dan bantuan yang sangat berarti bagi keberlangsungan institusi.

Menariknya, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno,, M.M,, juga mengaitkan simbolisme nomor kendaraan para pejabat yang hadir. Jika pada tahun 2004 kendaraan Koordinator Kopertais Wilayah IV menggunakan angka 17, maka pada kunjungan kali ini Prof. Arskal Salim dan Prof. Muzakki hadir dengan kendaraan berpelat nomor 21. Dua angka tersebut dimaknai sebagai simbol kemuliaan dari Allah SWT, yang dikaitkan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Ini kami yakini sebagai isyarat kebaikan dan kemuliaan bagi Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR),” ujar Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, , M.M
Ia juga menyampaikan harapan agar pada tanggal 27 mendatang UNISMAR dapat kembali menghadirkan capaian akademik baru, termasuk penambahan doktor serta pengembangan program studi lainnya sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Puspa Dunia juga menjelaskan makna filosofis logo baru Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) Di dalam logo tersebut terdapat ukiran angka 17, yang melambangkan 17 nilai, di antaranya kepandaian yang bersumber dari dosen, kesuksesan ilmu dari para guru, serta simbol kemuliaan jumlah 17 rakaat shalat fardhu dalam sehari.
Selain itu, terdapat simbol dampar atau buku yang merepresentasikan keilmuan dan keikhlasan dosen dalam mendidik, serta lima bunga Cempokosari yang diambil dari nama Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Lima bunga tersebut melambangkan lima kewajiban shalat, lima sila Pancasila, serta harapan agar Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) senantiasa membawa keberkahan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Menutup sambutannya, Dr. Teguh Sumarno kembali menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prof. Arskal Salim dan Prof. Muzakki. Ia berharap jalinan kekeluargaan, komunikasi, dan silaturahmi antara UNISMAR, Kopertais, dan Kementerian Agama RI dapat terus terjaga.
“Semoga ibadah dan kebersamaan ini menjadi amal jariyah, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya

Di tempat yang sama Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip., SEA., M.Phil., Ph.D, mengingatkan Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) Banyuwangi untuk memperkuat bidang Teknologi Informasi (IT) sebagai kunci utama menghadapi era baru pendidikan tinggi yang semakin digital dan kompetitif.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Muzakki dalam kegiatan akademik di lingkungan UNISMAR. Ia menegaskan bahwa penguatan IT tidak hanya berkaitan dengan sistem, tetapi juga menyangkut citra, kredibilitas, dan keberkahan institusi di tengah transformasi pendidikan nasional.
Dalam sambutannya, Prof. Muzakki menilai nama Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) memiliki makna yang indah dan daya tarik tersendiri. Ia mengaitkan filosofi nama tersebut dengan simbol mutiara atau permata serta bunga, yang merepresentasikan keindahan, nilai, dan kebermanfaatan.
“UNISMAR berada di bawah naungan Yayasan Puspa Dunia yang bermakna bunga dunia. Ketika nama universitas dan yayasan dipadukan, terdapat pesan kuat tentang keindahan, nilai luhur, dan harapan besar bagi masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Muzakki menyampaikan dua pesan strategis kepada manajemen UNISMAR sebagai bagian dari penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Pertama, penguatan operator IT. Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, wajah perguruan tinggi tercermin dari PDDikti dan website resmi. Oleh karena itu, UNISMAR perlu melakukan pemantauan, evaluasi, dan penjagaan sistem secara berkelanjutan.
“Operator IT harus diperkuat, dilatih secara rutin, dan diisi oleh anak-anak muda yang handal, responsif, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.
Kedua, evaluasi dan pembaruan data secara berkala. Prof. Muzakki menekankan bahwa seluruh transaksi akademik harus diunggah dan diperbarui secara rutin. Website UNISMAR, menurutnya, harus menjadi etalase institusi yang menampilkan seluruh informasi penting, mulai dari profil dosen, karya ilmiah, aktivitas akademik, hingga capaian institusi.
“Website bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen utama transparansi dan akuntabilitas perguruan tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Muzakki mengajak seluruh sivitas akademika UNISMAR untuk menyambut era baru ini dengan semangat, kerja keras, dan kolaborasi yang kuat. Ia juga menyampaikan bahwa langkah-langkah penguatan UNISMAR tidak terlepas dari keberkahan dan dukungan Kementerian Agama RI, khususnya melalui Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Menurutnya, sinergi antara UNISMAR, Kopertais, dan Kementerian Agama merupakan modal penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing nasional.

Prof. Dr. M. Arskal Salimn GP, M.Ag. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dari Kementerian Agama RI dalam sambutannya mengungkapkan rasa kagum dan apresiasinya terhadap UNISMAR Banyuwangi yang berani mendirikan pesantren dengan luas tanah yang tidak tanggung-tanggung dengan luas tanah 5 hektar m2, Beliau berharap pesantren tersebut dilengkapi dengan madrasah dari jenjang PAUD hingga Aliyah, sehingga menjadi lingkup lembaga pendidikan Islam yang terbaik dan nyaman.
”Kalau kita bicara tentang pendidikan Islam itu tidak hanya menurut perguruan tinggi, tapi di dalamnya pendidikan Islam itu ada pesantren, ada madrasah,” ujarnya.
Beliau juga memberikan beberapa saran terkait ekosistem pendidikan Islam, agar dapat menghadapi tantangan di masa depan dan mempersiapkan generasi penerus untuk Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Prof. Dr. M. Arskal Salimn GP, M.Ag. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI juga menerima proposal pembukaan prodi-prodi baru, termasuk prodi Teknik yang sedang diproses di Jakarta. Beliau berharap prodi Teknik ini dapat segera terealisasi dan menghasilkan yang bermanfaat.
“Pagi ini saya menerima 2 prodi lagi dan tidak tanggung tanggung prodi pascasarjana prodi S2 khusus Ekonomi Syariah dan prodi S3 manajemen Pendidikan Islam (MPI,” ungkapnya.
Beliau berpesan agar prodi S3 ini dikelola dengan baik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, bukan hanya menjadi konsultan yang “pro bau” (tidak profesional).
Prof. Dr. M. Arskal Salimn GP, M.Ag., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menegaskan bahwa perubahan dari Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) menjadi Universitas Doktor. H. Sumano (Unismar) Banyuwangi bukan hanya sekadar berganti nama, tetapi juga merupakan perluasan mandat akademik. UNISMAR Banyuwangi kini memiliki lebih banyak prodi dan kesempatan untuk berkembang.
Selain prodi-prodi keagamaan, UNISMAR Banyuwangi juga berencana membuka prodi-prodi umum yang izinnya berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Dengan status universitas, UNISMAR bebas mengusulkan prodi umum ke kementerian.
Prof. Dr. M. Arskal Salimn GP, M.Ag. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melihat adanya semangat yang kuat di wilayah timur Pulau Jawa, khususnya Banyuwangi, untuk mengembangkan pendidikan tinggi. Beliau berharap UNISMAR Banyuwangi dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi lain untuk menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi pendidikan agama.
menjelaskan bahwa Perguruan tinggi banyak membawa perubahan positif dan berkontribusi tidak hanya pada angka partisipasi kasar. Beliau juga menyoroti bahwa kampus yang maju umumnya berbasis pesantren atau yayasan.
”Karena itu menjadi tantangan pembuktian bahwa kampus berbasis yayasan pun bisa hadir, bisa eksis bahkan bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.
Beliau berharap UNISMAR Banyuwangi dapat menjadi contoh kampus berbasis yayasan yang unggul dan berkontribusi untuk bangsa. Beliau juga berharap Unismar Banyuwangi dapat menjadi mercusuar ilmu di wilayah timur Pulau Jawa dan seluruh sivitas akademika dapat berkontribusi untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan khidmat kepada bangsa dan tanah air.
menegaskan bahwa alih bentuk dari sekolah tinggi islam blambangan (STIB) menjadi universitas Dr. H. Sumarno bukanlah titik akhir, tetapi awal dari perjuangan panjang.

Dengan membaca basmalah, Prof. Dr. M. Arskal Salimn GP, M.Ag. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dari Kementerian Agama RI secara resmi menyatakan bahwa alih bentuk dari Sekolah Tinggi Islam Blambangan menjadi Universitas Doktor. H. Sumarno Banyuwangi resmi berlaku.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa, ramah tamah, dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen kolektif dalam membangun UNISMAR sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai akademik, moral, dan kebangsaan.” Tutup
(Pewarta Yanto Pimred)
