BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi menjadi momentum emosional yang membekas mendalam. Pelepasan Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan refleksi hubungan kuat antara kepolisian dan insan pers, khususnya Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) DPW Banyuwangi.
Bagi PW-FRN Banyuwangi, organisasi pers dengan slogan Counter Berita Polri, Kombes Pol Rama Samtama Putra bukan hanya pemimpin institusi penegak hukum. Ia adalah figur inspiratif yang lekat dengan julukan “SANG MOTIVATOR”, sebuah sebutan yang lahir dari kedekatan personal, keteladanan sikap, serta dukungan nyata beliau terhadap kemerdekaan pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Figur Humanis dan Komunikatif
Perwira menengah Polri yang dikenal humanis, tegas, dan komunikatif tersebut resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Banyuwangi untuk mengemban amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.
Selama memimpin di Banyuwangi, Kombes Pol Rama dikenal memiliki gaya kepemimpinan terbuka. Ia responsif terhadap masukan wartawan, membangun komunikasi dua arah, serta menegakkan hukum secara profesional tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan.
Ketua PW-FRN DPW Banyuwangi, Agus Samiaji, mengungkapkan bahwa kepindahan Kombes Pol Rama meninggalkan kesan mendalam dan rasa kehilangan bagi insan pers.
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau bukan sekadar Kapolresta, tetapi sosok yang membangun komunikasi sehat, memberi motivasi, dan membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan insan pers,” ujar Agus Samiaji, Sabtu (10/1/2026) sore.
Prosesi Sakral dan Emosi Perpisahan
Suasana haru menyelimuti Mapolresta Banyuwangi saat prosesi pelepasan diawali dengan tradisi pedang pora, sebuah penghormatan sakral bagi pimpinan Polri yang berpindah tugas.
Didampingi istri tercinta, Kombes Pol Rama Samtama Putra melangkah perlahan menyusuri barisan personel Polresta Banyuwangi yang berjejer rapi. Tatapan penuh hormat, tepuk tangan panjang, hingga isak tangis yang tertahan menjadi saksi kuatnya kesan kepemimpinan yang beliau tinggalkan.
Momen paling menyentuh terjadi ketika seluruh pengurus dan anggota PW-FRN Banyuwangi kompak mengenakan T-shirt hitam bertuliskan “SANG MOTIVATOR”. Aksi simbolik tersebut menjadi wujud penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus ikatan emosional antara insan pers dan pemimpin yang telah menginspirasi mereka.
Pesan Haru dari Insan Pers
Isak tangis pecah saat Kombes Pol Rama hendak memasuki kendaraan yang akan mengantarkannya menuju tempat tugas baru di Papua. Pelukan, lambaian tangan, dan doa mengiringi langkah beliau.
Salah satu anggota PW-FRN Banyuwangi, Ruslan Abdul Gani, jurnalis Brata Pos Media, menyempatkan diri menyampaikan pesan perpisahan secara langsung.
“Pindah tugas bukan berarti putus hubungan. Kami yakin di tempat tugas yang baru, Bapak akan tetap menjadi sosok inspiratif dan membanggakan. Banyuwangi akan selalu mengenang pengabdian dan ketulusan Bapak,” ungkap Ruslan dengan suara bergetar.
Awal Pengabdian Baru
Kini, tantangan dan tanggung jawab baru menanti Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra di Polda Papua. Doa dan harapan mengiringi langkah beliau untuk terus mengabdi, menegakkan hukum, serta mengharumkan nama Polri di wilayah penugasan yang baru.
Bagi PW-FRN Banyuwangi dan masyarakat luas, sosok Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang mampu mengayomi, memotivasi, serta membangun sinergi lintas elemen.
Pelepasan ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal dari pengabdian baru. Banyuwangi mungkin melepas, namun nilai keteladanan dan semangat “SANG MOTIVATOR” akan terus hidup di hati insan pers dan masyarakat. (rag/bp-bwi)
