BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Kebakaran melanda Tambak Kampe Mandiri yang berlokasi di Dusun Possumur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat malam (19/12/2025). Insiden tersebut diduga kuat dipicu korsleting listrik pada panel instalasi tambak, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp180 juta.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.50 WIB dan segera dilaporkan masyarakat ke Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi pada pukul 21.02 WIB.
Salah satu saksi mata, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa tanda awal kebakaran ditandai dengan padamnya aliran listrik di area tambak bagian timur.
“Lampu tiba-tiba mati. Saya langsung memanggil mekanik untuk mengecek. Saat menuju ruang sedimentasi air, terlihat asap keluar dari dalam ruangan, lalu api mulai muncul,” ungkap Rudi.
Melihat api mulai membesar, Rudi bersama para pekerja tambak berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan.
“Kami berusaha memadamkan api dengan air seadanya dan meminta rekan-rekan di mess untuk segera menghubungi Damkarmat,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, membenarkan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Begitu laporan masuk pukul 21.02 WIB, kami segera mengerahkan empat unit armada dan 12 personel ke lokasi. Penanganan dilakukan cepat untuk mencegah api merambat ke area tambak lainnya,” tegas Yoppy.
Ia menambahkan, meskipun lokasi kejadian berada cukup jauh dari pusat kota dan berada di kawasan tambak dengan jarak tempuh sekitar 24 kilometer, hal tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan petugas.
“Semuanya tetap bergerak maksimal dan profesional,” ujarnya.
Salah satu petugas Damkarmat Banyuwangi yang terlibat langsung dalam pemadaman menjelaskan bahwa potensi api meluas cukup besar karena berada di area bangunan dengan instalasi listrik dan mesin operasional.
“Kami melakukan size up terlebih dahulu, lalu menggelar dua jalur nozzle yang difokuskan pada titik api utama. Pemadaman dilakukan dengan memperhatikan arah angin dan potensi bahaya dari instalasi listrik,” jelasnya.
Api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.51 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan dan overhaul guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
“Pendinginan dan pembongkaran material terbakar sangat penting untuk memastikan situasi benar-benar aman,” tambahnya.
Berdasarkan hasil asesmen awal Damkarmat Banyuwangi, titik api diduga berasal dari panel listrik yang mengalami korsleting, kemudian merambat ke bangunan tambak dan ruang sedimentasi air. Kebakaran menyebabkan kerusakan bangunan serta dua unit mesin UV sterilisasi air.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Penanganan kebakaran melibatkan sinergi lintas unsur, antara lain Damkarmat Banyuwangi, Polsek setempat, Babinsa, serta para pekerja tambak guna memastikan proses pemadaman dan pengamanan lokasi berjalan aman dan terkendali.
Di akhir keterangannya, Kepala Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat listrik.
“Kami mengingatkan agar panel dan instalasi listrik diperiksa secara rutin, terutama di lokasi usaha yang beroperasi selama 24 jam, guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.
Slogan “Pantang Pulang Sebelum Api Padam” kembali ditegaskan sebagai komitmen Damkarmat Banyuwangi dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.
