Banyuwangi, Selendangsutra.id – Santri dan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk negeri dalam Dzikir Nurul Wathon yang dipimpin langsung oleh Mursyidul’am KH. Fathulloh Suyuti Thoha. Majelis Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia menggelar Dzikir Nurul Wathon di Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin, 29 September 2025, pukul 20.00 WIB, dalam rangka memperingati G30S PKI.

Acara yang berlangsung selama 30 menit di dalam Masjid Al Ikhlas Ponpes Mansya’ul Huda ini berlangsung sederhana, namun kekhusyukan bermakna dalam memupuk rasa keikhlasan mendoakan bangsa dan negara. Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dari berbagai daerah dan masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda, tokoh masyarakat. Melalui lantunan dzikir dan doa, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat menciptakan suasana kedamaian dalam mempererat tali silaturahmi antar anak bangsa, serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme.

KH. Fethullah Suyuti Thoha, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda Tegaldlimo Banyuwangi, menyampaikan harapan besar kepada seluruh jama’ah dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia dapat menyelenggarakan kegiatan serupa secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mengetuk pintu langit. Beliau juga berharap agar setiap momen hari nasional, seperti peringatan G30S PKI, Hari Pendidikan, Hari Buruh, dan lain-lain, dapat diisi dengan doa dan dzikir serentak untuk memohonkan keselamatan negeri di setiap wilayah. Bersama-sama mendoakan para pemimpin yang amanah ntuk rakyat”Ucap Mursyidul’am jama’ah dzikir Nurul Wathon kepada awak media, Senin: 29/09/2025.

Masih lanjud Mursyidul’am jama’ah dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia mengungkapkan bahwa lantunan Dzikir Nurul Wathon ini bertujuan untuk mendoakan arwah para ulama dan para jenderal besar yang menjadi korban kekejaman G30S PKI. Selain itu, diharapkan agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali, maka dari itu perpecahan antar umat Islam harus dapat dihindari, serta ulama, santri, pejabat, dan masyarakat dapat terus peduli pada negara dengan cara berdoa untuk keselamatan negeri melalui lantunan dzikir Nurul Wathon, memohon rahmat dan berkah dari Allah SWT” Ungkapnya.
( Pewarta Yanto Pimred)
