BANYUWANGI – Selendangsutra.id _ Etape pamungkas Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 pada Kamis (31/7/2025) siap menyuguhkan tantangan ekstrem bagi para pembalap. Mereka akan menaklukkan tanjakan “neraka” Gunung Ijen, salah satu yang tersulit di Asia, dalam rute sepanjang 150 km dari RTH Maron Genteng menuju Paltuding.

Tiga tanjakan menantang, termasuk tanjakan hors categorie (HC) Jambu-Paltuding Ijen (14,4 km, ketinggian 1291 m, gradien 23%), siap menguji stamina dan mental para pembalap. Pengalaman penyelenggaraan TdBI sebelumnya menunjukkan banyak pembalap gagal menaklukkan jalur ini.
Nicolo Pettiti (Swatt Club), pemegang jersey Polkadot (raja tanjakan), optimistis mempertahankan posisinya, didukung performa solid timnya. Namun, persaingan ketat diprediksi terjadi dengan para “pendaki ulung” lainnya seperti Elliot Cshultz (Victoire Hiroshima), Benjamín Prades Reverte (VC Fukuoka), Thanakhan Chaiyasombat (Thailand Continental Cycling Team), dan pembalap dari Roojai Insurance Thailand yang dilatih mantan juara umum TdBI, Peter Pouly.
Prestasi pembalap Indonesia di tanjakan juga patut dinantikan. Ketua panitia TdBI 2025″ Guntur Priambodo mengingatkan para pembalap untuk menjaga stamina dalam menaklukkan jalur menantang ini. Gunung Ijen, selama sepuluh tahun TdBI digelar, selalu menjadi rute paling menantang dan “ditakuti” para pembalap.
