BANYUWANGI – Selendangsutra.id _ Rangkaian kegiatan Bersih Desa Kedungwungu Tahun 2025 di Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, mencapai puncaknya dengan sukses, Sebuah pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang memukau, dibawakan oleh Dalang Ki Ichwan Dwi Purbo Carito dengan lakon “Noroyono Wisuda Dadi Ratu”, menutup seluruh agenda bersih desa yang sarat makna. Sabtu (12/07/2025).


Acara yang dipusatkan di Pendopo Balai Desa Kedungwungu ini dimulai tepat pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta ribuan masyarakat.


Turut hadir dalam giat tersebut Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., M.S.i.; Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Gunoto; perwakilan Kapolsek Tegaldlimo, Aiptu Sutomo; Kepala Desa Kedungwungu, Surono; Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PDIP, Bagus Amerta Dewa, SM.MM; serta para Kepala Desa se-Kecamatan Tegaldlimo, anggota BPD dan LPMD, Kader PKK, pimpinan instansi, perangkat desa, RT/RW, hippa, pengairan, hingga jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas. tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta panitia, Dalang Ki Ichwan Dwi Purbo Carito dengan Lakon “NOROYONO WISUDA DADI RATU” Carito tampil memukau, menciptakan suasana penuh kegembiraan masyarakat yang hadir memadati lokasi.



Sebelum Rangkaian acara inti di mulai, diawali dengan penampilan para artis campursari dan para pesinden Wayang yang menghibur para penonton

kemudian dilanjudkan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Dirjen Shafa dari KKN Unair Surabaya lalu penampilan pentas seni dari kader PKK , sambutan-sambutan hangat dari Ketua Panitia Pelaksana, Hadi Suwanto, Kepala Desa Kedungwungu, dan Plt. Camat Tegaldlimo, Atmosfer kebersamaan semakin terasa saat prosesi pembacaan doa dilanjutkan dengan penyerahan gunungan secara simbolis oleh Kepala Desa Surono kepada Ki Ichwan Dwi Purbo Carito, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit.


Lakon “Noroyono Wisuda Dadi Ratu” dipilih bukan tanpa alasan, mengandung pesan filosofis tentang kepemimpinan yang bijaksana dan perjuangan meraih kebaikan, selaras dengan semangat bersih desa sebagai bentuk syukur dan doa untuk kemakmuran. Antusiasme masyarakat Kedungwungu terpancar sepanjang malam, menikmati setiap alur cerita dan petuah bijak yang disampaikan Ki Dalang.
Kegiatan Bersih Desa ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga wujud nyata gotong royong dan kebersamaan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memohon berkah untuk kesejahteraan desa. Kehadiran berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat menunjukkan soliditas yang kuat dalam melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi.

Hadi Suwanto (Ketua Panitia Pelaksana Bersih Desa Kedungwungu) yang didampingi seluruh anggota panitia dalam sambutannya mengatakan “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara Bersih Desa Kedungwungu tahun ini, khususnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.kegiatan bersih desa kedungwungu di lakukan selama tiga hari berturut-turut dan malam ini merupakan puncak acara dengan pagelaran seni wayang kulit, dengan kesuksesan terselengaranya bersih desa merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh panitia serta partisipasi aktif dari seluruh warga. Semoga berkah selalu menyertai desa kita. Katanya.

Surono (Kepala Desa Kedungwungu), menyampaikan “Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan dan kebersamaan, merayakan puncak Bersih Desa Kedungwungu 2025. Pagelaran wayang kulit ini adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya, sekaligus sebagai doa untuk kelestarian alam dan kesejahteraan warga Kedungwungu. Mari terus jaga semangat gotong royong dan kerukunan ini.” Ucapnya.

Surono menambahkan bersih desa ini merupakan agenda tahunan rutin yang selalu di adakan oleh pemerintah desa, setelah selesai pertunjukan wayang kulit dan besok paginya di adakan ruwatan yang bertujuan memohon doa kepada Allah SWT agar pemdes bersama masyarakat desa mendapat keberkahan yang melimpah dan juga ada sedikit pesan untuk masyarakat supaya membayar pajak PBB tepat waktu” ujarnya”

Trisetia Supriyanto, S.STP., M.S.i. (Plt. Camat Tegaldlimo), “Saya sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan warga Desa Kedungwungu dalam menyelenggarakan Bersih Desa ini. Tradisi seperti wayang kulit bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi dan pelestarian budaya yang sangat berharga. Semoga dengan bersih desa ini, Kedungwungu semakin maju, bersih, dan masyarakatnya semakin sejahtera lahir dan batin.” Tandasnya.

Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Tegaldlimo dalam melestarikan budaya lokal.
“Semoga kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi, melestarikan budaya lokal, dan memperkuat rasa kebersamaan warga Tegaldlimo dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan leluhur,” pungkas Trisetia.
