Banyuwangi – Selendangsutra.id_ Pondok Pesantren Mansya’ul Huda di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, hari ini sukses menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-55 yang dirangkaikan dengan Hadrah TNI Al_Banjar menjadikan iSuasana peringatan Hari Lahir ke-55 Pondok Pesantren Mansya’ul Huda semakin semarak dengan penampilan Tim Hadrah dari Batalyon Infanteri (Yonif) 527/ Lumajang, Yonif 51 Bondwoso, Yonif 509 Jember, Brigrif Raider 9 jember, Kehadiran tim hadrah TNI ini menambah warna dan kekhidmatan acara yang dihadiri oleh para santri, ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya serta istighosah Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al_Hambalangi Wal_Khittoh Indonesia . Acara tersebut mengusung tema “Bersama TNI-Polri dan Masyarakat untuk Keselamatan Bangsa dan Negara” Kamis (1/07/2025) Pukul 13.00 WIB.

Peringatan Harlah ke-55 ini menegaskan peran penting Pondok Pesantren Mansya’ul Huda dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Sementara itu, Istighosah Jama’ah Dzikir Nurul Wathon menjadi momentum untuk merajut persatuan dan memohon keselamatan bagi bangsa dan negara, dengan kolaborasi kuat dari TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Pratu Fahri dari Yonif 527. Semangat kebangsaan dan religiusitas terasa kental saat lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Buya Hamka dikumandangkan oleh Fatayat Tegaldlimo. Penampilan hadrah memukau dari personel TNI yang dipimpin oleh KH. Yusuf Abdurrahman Al Banjari semakin menambah semarak suasana. Puncak istighosah dipimpin langsung oleh Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon” KH. Fathulloh Sututi Thoha Sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda,

Berbagai tokoh penting turut hadir, antara lain Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., mewakili Bupati Banyuwangi;, Danramil 0825/09 Tegaldlimo”Kapten Inf Gunoto beserta jajaranya, Perwakilan Dandim 0825/Banyuwangi; Pengurus Nurul Wathon pusat” Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra, S.I.P., M.Si.; Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STL., M.S.i.; Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadimun, SH beserta personil polsek,Kepala Desa” Kedungwungu” Surono beserta seluruh perangkat dan Staf, ketua PGRI pusat” Teguh Sumarsono, Ketua PGRI Banyuwangi” Sudarman bersama rombangan PGRI, Ratusan Pasukan Hadrah TNI dari Jawa Timur, Babinsa Desa Kedungwungu Kopka Khoirul.A, dan Bhabinkamtibmas Desa Kedungwungu Briptu Wahyu Arie, Ketua umum Dzikir Nurul Wathon yang di waki Wakil ketua dan Sekjen”Agus Prastowo, Ketua Umum Gema Desa yang di wakili Santoso bersama Rombongan, Rombongan SEBLANG Jaya, Ribuan Masyarakat juga ikut menambah semarak, menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI-Polri dan masyarakat.

Acara ditutup dengan Mauidhoh Hasanah dan doa yang dipimpin oleh Habib Muchsin Bin Alwi Al Habsyi, yang diharapkan dapat membawa keberkahan bagi seluruh hadirin dan bangsa Indonesia.

KH. Fatulloh Suyuthi Thoha, Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, “Alhamdulillah, di usia ke-55 tahun ini, Pondok Pesantren Mansya’ul Huda terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Peringatan Harlah ini, yang dirangkai dengan Istighosah Nurul Wathon, adalah wujud nyata ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar bangsa dan negara kita senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan. Mari kita jaga persatuan, karena di situlah letak kekuatan kita.” Tuturnya.

Ir. H. Mujiono, M.Si. Wakil Bupati Banyuwangi, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, saya mengucapkan selamat Harlah ke-55 Pondok Pesantren Mansya’ul Huda. Ponpes adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda. Sinergi antara ulama, umara, TNI, dan Polri, seperti yang kita saksikan hari ini, adalah kunci untuk menciptakan stabilitas dan kemajuan di Banyuwangi. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dari segala marabahaya.” Ucapnya.

Mayor Jenderal TNI Herianto Syahputra, S.I.P., M.Si. Pengurus Nurul Wathon, “Istighosah Jama’ah Dzikir Nurul Wathon adalah ajang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus merajut kembali tali silaturahmi. Tema keselamatan bangsa dan negara sangat relevan di tengah berbagai tantangan global. Melalui dzikir dan doa bersama, kita berharap Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada Indonesia, serta memperkuat sinergi antara seluruh elemen masyarakat, TNI, dan Polri.” Tuturnya.

Habib Muchsin Bin Alwi Al Habsyi (Pemberi Mauidhoh Hasanah dan Doa ”Di hari yang penuh berkah ini, mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Pondok Pesantren Mansya’ul Huda telah membuktikan perannya dalam melahirkan generasi yang mencintai agama dan negaranya. Melalui istighosah dan dzikir, kita memohon agar Allah SWT senantiasa menjaga keselamatan bangsa kita, memberkahi para pemimpin kita, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur dan sejahtera.” Tandasnya


Ketua PGRI Banyuwangi” Sudarman Apresiasi Dzikir Bersama TNI-Polri dan Masyarakat dalam Rangka Bela Negara

Sudarman, Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi sekaligus pengurus Jamaah Dzikir Nurul Wathon, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan dzikir bersama masyarakat, TNI-Polri, dan PGRI dalam rangka siap bela negara. Ia menyebut acara tersebut luar biasa, karena pondok pesantren tidak hanya mencetak generasi yang menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu memahami perkembangan IPTEK.
Sudarman juga menekankan pentingnya penyelenggaraan dzikir secara berkala sebagai bentuk kolaborasi TNI-Polri, masyarakat, dan PGRI dalam menjalankan amanah di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kehadiran tokoh nasional dan pengurus Jamaah Dzikir Nurul Wathon dari Jakarta dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Nurul Wathon dan PGRI dalam membela negara” Tutup
