BANYUWANGI – Selendangsutra.id _ Masyarakat pesisir Muncar, Banyuwangi, kembali menggelar tradisi Petik Laut, sebuah ritual sakral yang diwariskan turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut dan penghormatan terhadap alam. tradisi ritual dirayakan setiap tanggal 15 Suro yang bertempat di pelabuhan ikan Muncar Banyuwangi Jatim, Kamis ( 10/07/2025)

Ritual ini dipenuhi doa pelarungan sesaji ke laut. Tradisi ini tak hanya bernilai spiritual bagi nelayan tetapi dipercaya bahwa ritual ini penting untuk menghindari kesialan atau tolak balak, selain itu juga menarik ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan harmoni budaya dan religi Muncar – Banyuwangi.


Sebelum inti Prosesi ritual tersebut dimulai dengan pra acara yaitu penyerahan tropi yang di serahkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi” Desi Prakasiwi, penyerahan bantuan yang di serahkan oleh camat muncar”Trisetia Supriyanto, S.STL., M.S.i.; Santunan anak yatim piatu, pentas seni tari larung sesaji.


Acara di hadiri dari berbagai tokoh penting yaitu perwakilan dari bupati Banyuwangi, anggota DPRD Banyuwangi ” Desi Prakasiwi, kepala dinas perikanan provinsi jawa timur, kepala dinas perikanan Banyuwangi ” Suryono Bintang Samudra, perwakilan Forpimda Banyuwangi, Forpimca Muncar, kepala desa kedungrejo” Saiho, tokoh nelayan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua panitia pelaksana serta ribuan warga masyarakat Banyuwangi. Kamis: (10/07/2025)

Rangkaian acara inti prosesi ritual petik laut Muncar di mulai pembukaan, menyanyikan lagu indonesia raya, pembacaan ayat suci Al_ Qur’an, sambutan ketua panitia, sambungan bupati banyuwangi yang diwaki kepala dinas perikanan Banyuwangi, pembacaan doa, pemasangan pancing emas pada perahu sesaji yang melambangkan harapan hasil tangkapan para nelayan supaya melimpah. Lantunan salawat mengiringi perahu sesaji menuju laut, melarungkan sesaji berisi buah, sayur, ayam, ikan, kepala sapi, uang, dan lainnya sambil berdoa.
Acara ini juga diramaikan pentas seni dan pesta rakyat. Sesaji yang dilarungkan merupakan simbol penghormatan kepada roh laut dan leluhur. Petik Laut bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga identitas budaya Muncar yang mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam.

Dalan sambutan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mewakili Bupati Banyuwangi menyampaikan Mengajak para nelayan Jaga Lingkungan dan Kekompakan dalam Tradisi Petik Laut” Ajaknya

Selesai memberi sambutan, Suryono Bintang Samudra saat di temui awak media menekankan bahwa tradisi tahunan ini bukan hanya sekadar ucapan syukur secara lisan tetapi juga harus diwujudkan dalam perbuatan baik sehari-hari dalam bermasyarakat termasuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Suryono mengapresiasi kepedulian para nelayan Muncar sagat luar bisa, seperti menyantuni anak yatim piatu. Ia berharap setelah Petik Laut, hasil tangkapan ikan melimpah dan lebih baik, petik laut Muncar harus menjadi tradi budaya nasional bukan hanya lokal,
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat nelayan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke laut, serta menjaga keselamatan saat melaut dan tetap menjaga kerukunan dan kekompakan.
(Pewarta Yanto Pimred)
