BANYUWANGI, Selendangsutra.id Suasana penuh khidmat, keakraban, dan kekeluargaan mewarnai kunjungan silaturahmi ulama Mesir, As-Syeikh Prof. DR. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari, ke kediaman KH. Fathulloh Suyuti Thoha, pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 15.40 WIB tersebut disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Fathulloh Suyuthi Thoha, bersama Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, S.H.,yang di dampingi Kanit Intelkam” Aiptu Hadi Santoso serta keluarga besar pesantren. Pertemuan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan.

Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan antar ulama, memperkuat tradisi keilmuan Islam, serta meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan akhlak masyarakat.

Sejumlah tokoh agama dan tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
KH. Fathulloh Suyuthi Thoha, Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, As-Syeikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari, ulama asal Mesir. AKP Sadimun, S.H., Kapolsek Tegaldlimo, Kanit Intelkam” Aiptu Hadi Santoso, KH. Ibnu Sodik Fahim, KH. Khusnan Thoha. Ustaz Ikhsan bersama rombongan. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap ulama sebagai penjaga tradisi keilmuan serta pembimbing umat. Dalam tradisi pesantren, silaturahmi dengan ulama merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan ilmu, memperluas wawasan keagamaan, dan menanamkan keteladanan kepada para santri.

As-Syeikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari merupakan ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang keilmuan Islam, pemerintahan keagamaan, dan dakwah.
Beliau meraih gelar doktor dalam bidang Ushuluddin dan Dakwah dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Wakaf Mesir serta menjadi imam dan khatib di Masjid Sayyidina Imam Husein RA., Kairo, Mesir, sebelum memasuki masa purnabakti.

Beliau juga memiliki sanad Al-Qur’an dan qira’at serta aktif mengajar di berbagai majelis ilmu di Mesir, termasuk di Masjid Al-Azhar, Masjid Imam Husein RA., dan Masjid Imam Dardir. Pengalaman dakwahnya telah menjangkau berbagai negara di kawasan Timur dan Barat. Selain berdakwah dan mengajar, beliau juga menulis sejumlah buku keislaman sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Latar belakang tersebut menjadikan kunjungan beliau sebagai kesempatan berharga bagi lingkungan pesantren untuk mempererat hubungan keilmuan dan persaudaraan dengan ulama dari luar negeri.

Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Fathulloh Suyuthi Thoha, menyambut kunjungan tersebut sebagai bagian dari tradisi silaturahmi yang dijunjung tinggi dalam kehidupan pesantren. Pertemuan berlangsung melalui ramah tamah dan dialog dalam suasana kekeluargaan.
Kebersamaan antara ulama, pengasuh pesantren, tokoh agama, serta unsur kepolisian memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.
Nilai-nilai penghormatan terhadap ulama, adab dalam menuntut ilmu, dan persaudaraan Islam menjadi bagian penting dari tradisi pesantren yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, pada pukul 17.00 WIB, As-Syeikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari bersama rombongan meninggalkan Pondok Pesantren Mansya’ul Huda.
KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan bahwa silaturahmi ulama merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan persaudaraan, memperkuat tradisi keilmuan Islam, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu di lingkungan pesantren.
Menurutnya, pertemuan dengan ulama dari Mesir yang memiliki pengalaman akademik, dakwah, dan pengabdian keagamaan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi keluarga besar Pondok Pesantren Mansya’ul Huda. Silaturahmi semacam ini juga mencerminkan kuatnya tradisi pesantren dalam menghormati ulama, menjaga sanad keilmuan, serta meneruskan nilai-nilai Islam melalui pendidikan, keteladanan, dan dakwah yang menyejukkan.
Kehadiran unsur kepolisian bersama keluarga besar pesantren turut menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Pertemuan berlangsung dalam semangat saling menghormati, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antara tokoh agama, masyarakat, serta unsur keamanan.

Momentum silaturahmi ini diharapkan dapat semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat persatuan, dan mendorong kontribusi para ulama serta lembaga pendidikan Islam dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Melalui pertemuan tersebut, Pondok Pesantren Mansya’ul Huda kembali menegaskan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai bagian dari warisan luhur pesantren sekaligus sarana mempererat hubungan keilmuan dan persaudaraan umat Islam lintas negara.
