BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Universitas Bakti Indonesia (UBI), perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Puspa Dunia, menggelar Yudisium Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung di aula kampus UBI, Jalan Srono–Sraten–Cluring, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi momentum penting dalam menandai pencapaian akademik sekaligus mempersiapkan para lulusan menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan yudisium dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, dengan total 311 mahasiswa yang mengikuti prosesi penetapan kelulusan. Sebanyak 163 mahasiswa mengikuti yudisium pada hari pertama, sedangkan 148 mahasiswa lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi pada hari kedua.
Yudisium merupakan tahapan akademik penting dalam perjalanan pendidikan tinggi, sekaligus bentuk pengesahan kelulusan bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan akademik perguruan tinggi.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan Yayasan Puspa Dunia, pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, sivitas akademika, serta para mahasiswa peserta yudisium.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Puspa Dunia, Dra. Hj. Isnainiwati, M.Pd.; Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.; Rektor Universitas Bakti Indonesia, Dr. Haya, M.Pd.I.; serta Sekretaris Yayasan, Moh. Dwi Puspa Setiawan, bersama jajaran yayasan dan pimpinan akademik lainnya.

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting yang menandai keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tahapan pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh.

Menurutnya, pencapaian akademik tersebut harus menjadi landasan bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman dan persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, etika profesional, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Gelar akademik yang diperoleh, lanjutnya, hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadapi perubahan di berbagai sektor kehidupan.

Pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, karakter, maupun tanggung jawab sosial.

Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu secara profesional, menjunjung tinggi nilai moral, serta menjaga nama baik almamater dalam menjalankan profesi maupun pengabdian di tengah masyarakat.
Selain itu, sinergi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Prosesi Yudisium Berlangsung Khidmat.

Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin khidmat melalui penampilan paduan suara yang membawakan himne dan mars Universitas Bakti Indonesia, karya Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa peserta yudisium, sambutan pimpinan yayasan dan perguruan tinggi, penampilan sejumlah lagu hiburan, doa penutup, ramah tamah, serta sesi foto bersama.
Prosesi tersebut menjadi momen kebanggaan bagi mahasiswa dan keluarga setelah melalui berbagai tahapan pendidikan, pembelajaran, serta penyelesaian kewajiban akademik.

Rektor Universitas Bakti Indonesia, Dr. Haya, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Terselenggaranya yudisium Tahun Akademik 2025–2026 menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mengantarkan mahasiswa menuju tahapan baru kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

UBI diharapkan terus memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa, serta membangun karakter lulusan yang profesional, mandiri, dan berintegritas.
Upaya tersebut diperlukan agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, mengembangkan potensi daerah, serta berperan aktif dalam menghadapi tantangan pembangunan di tingkat regional maupun nasional.

Bagi 311 mahasiswa yang mengikuti yudisium, pencapaian ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Dukungan keluarga, dedikasi para dosen, serta proses pembelajaran yang telah dilalui menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Para lulusan diharapkan mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk berkarya, menciptakan peluang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Universitas Bakti Indonesia yang berlokasi di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, diharapkan terus mengambil peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui penyelenggaraan yudisium ini, komitmen membangun pendidikan tinggi yang bermutu kembali ditegaskan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai integritas yang diperoleh selama masa studi benar-benar diwujudkan dalam karya nyata.
Dengan demikian, para lulusan UBI diharapkan tidak hanya menjadi pencari peluang kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, menghadirkan inovasi, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
