BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia terus menunjukkan eksistensinya sebagai gerakan spiritual dan kebangsaan yang aktif memperkuat persatuan umat serta nilai-nilai cinta tanah air. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan melaksanakan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi di tingkat daerah.

Persiapan pelantikan dibahas secara matang dalam rapat koordinasi pembentukan panitia yang digelar di kediaman Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-hambalangi Wal-Kithoh Indonesia KH. Fathulloh Suyuti Thoha, di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis malam (4/6/2026).

Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, khidmat, dan semangat kebersamaan tersebut menjadi momentum penting untuk mematangkan berbagai aspek teknis maupun substansi pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026 mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda KH. Suyuthi Toha, Ketua Umum DPP Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., Ketua DPC Banyuwangi Drs. Sudarman, S.Pd., beserta anggotanya, unsur Forkopimcam Tegaldlimo yaitu Camat Trisetia Supriyanto, S.STP., M.S.i., Danramil Kapten Inf Edi Supriono, Kapolsek AKP Sadimun, S.H. didampingi Kanit Intelkam AIPTU Hadi Santoso bersama Kepala Desa se-Kecamatan Tegaldlimo, perwakilan tokoh agama, Fatayat NU, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat serta para tamu undangan lainya.

Dalam arahannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat dakwah Islam yang menyejukkan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Jama’ah Dzikir Nurul Wathon hadir untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menanamkan semangat cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa. Pelantikan ini menjadi awal pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat,” tegasnya.

Mursyidul’am KH. Suyuthi Toha selaku Pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda berharap keberadaan Jama’ah Dzikir Nurul Wathon mampu menjadi oase spiritual sekaligus perekat persatuan umat.
”Pelantikan ini harus menjadi titik awal syiar dzikir yang membawa keberkahan, kedamaian, dan keselamatan bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Kehadiran jamaah ini diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial dan spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., mengapresiasi kekompakan seluruh pengurus serta dukungan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda organisasi tersebut.
Menurutnya, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon mengemban misi besar untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah melalui pendekatan spiritual yang sejuk dan inklusif.
“Konsolidasi malam ini menunjukkan kesiapan organisasi di tingkat wilayah maupun cabang untuk bergerak secara solid. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para ulama, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri. Semoga pelantikan nanti berjalan tertib, khidmat, dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ungkap Prof. Teguh Sumarno.

Ketua DPC Banyuwangi, Drs. Sudarman, S.Pd., juga menyampaikan kesiapan seluruh panitia dan pengurus dalam menyukseskan pelantikan yang dinilai sebagai momentum bersejarah bagi perkembangan organisasi di Jawa Timur.
“Dengan bimbingan para kiai dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, kami siap menjalankan amanah ini. Pelantikan nanti bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat syiar Islam, dan meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat,” kata Sudarman.

Sebagai langkah konkret untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal, rapat koordinasi ditutup dengan pembentukan panitia pelaksana yang dipandu oleh Ismanto. Struktur kepanitiaan yang terbentuk akan segera bekerja melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan unsur keamanan, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Semangat kebersamaan yang tercermin dalam rapat tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi antara ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia sebagai gerakan spiritual yang berkomitmen menjaga persatuan bangsa.

Pelantikan DPW Jawa Timur dan DPC Banyuwangi mendatang diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah pembinaan umat, penguatan karakter kebangsaan, serta pembangunan nilai-nilai religius menuju Indonesia yang harmonis, maju, dan berkeadaban.
