BALIKPAPAN, Selendangsutra.id — Sinergi antara kekuatan pertahanan negara dan tokoh ulama kembali mendapat perhatian serius melalui pertemuan strategis antara Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam VI/Mulawarman Kolonel Inf. Yudi Purwanto, S.M. dengan Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam (13/05/2026) pukul 21.30 Wib.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh nuansa kebangsaan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan kalangan ulama demi menjaga stabilitas nasional, mempererat persatuan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah tantangan nasional dan global.
KH. Fathulloh Suyuti Thoha hadir didampingi Wakil Ketua DPW Kalimantan Timur Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia, Agiel Suwarno, S.H., M.Si., serta Sekretaris DPW H. Supriyanto, S.E.

Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Inf. Yudi Purwanto menegaskan bahwa ulama dan pesantren memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral bangsa sekaligus mitra penting dalam menjaga kondusivitas wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sinergi antara TNI dan ulama merupakan kekuatan besar bangsa. Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas masyarakat, memperkuat persatuan, serta menangkal berbagai potensi ancaman yang dapat memecah belah bangsa,” ujar Kolonel Inf. Yudi Purwanto.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut akan diteruskan kepada pimpinan Kodam VI/Mulawarman, khususnya terkait agenda pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia Kalimantan Timur beserta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Setelah pertemuan ini kami akan menyampaikan langsung kepada Pangdam VI/Mulawarman terkait agenda pelantikan DPW dan DPC Jama’ah Dzikir Nurul Wathon di wilayah IKN,” tambahnya.

Menurutnya, komunikasi yang harmonis antara aparat negara dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam membangun stabilitas sosial, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Sementara itu, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyambut positif pertemuan tersebut sebagai bentuk nyata penguatan ukhuwah kebangsaan antara ulama dan aparat negara.
“Ulama dan TNI memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI. Jama’ah Dzikir Nurul Wathon selalu mengedepankan nilai spiritualitas, persatuan, cinta tanah air, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketenteraman bangsa,” tutur KH. Fathulloh Suyuti Thoha.
Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, Banyuwangi itu juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan sosial, ideologi, hingga berbagai potensi disintegrasi yang dapat mengganggu persatuan nasional.
Diskusi dalam pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya penguatan nilai religius, nasionalisme, serta harmonisasi antara kekuatan pertahanan negara dengan kekuatan moral dan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama menjaga keutuhan bangsa.
Sejumlah pihak menilai, komunikasi aktif antara TNI dan tokoh agama merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis nilai religius dan kebangsaan, terlebih Kalimantan Timur kini memegang posisi penting sebagai wilayah penyangga sekaligus pusat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
