BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Atmosfer haru, religius, dan penuh kekhidmatan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, saat prosesi pelepasan KH. M. Ibnu Shodiq Faim bersama sang istri, Ny. Inarotul Mudliah, Senin malam (11/5/2026) pukul 22.30 WIB.

Prosesi keberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, serta dihadiri ratusan jama’ah, tokoh masyarakat, santri, keluarga besar pesantren, dan warga dari berbagai daerah yang datang untuk memberikan doa serta penghormatan penuh kekeluargaan.
Sejak sore hari, area pondok pesantren telah dipenuhi para tamu dan jama’ah. Lantunan dzikir, doa, dan shalawat yang dibawakan para santri terus menggema sepanjang acara berlangsung, menciptakan suasana spiritual yang mendalam dan menyentuh hati para hadirin.

Tangis haru keluarga dan jama’ah pecah mengiringi momen pelepasan tersebut. Banyak jama’ah tampak tak kuasa menahan air mata sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada KH. M. Ibnu Shodiq Faim dan keluarga.
Diketahui, KH. M. Ibnu Shodiq Faim merupakan menantu kedua KH. Fathulloh Suyuti Thoha. Di tengah masyarakat, beliau dikenal sebagai sosok ulama yang aktif dalam dakwah keagamaan, pembinaan umat, serta penguatan pendidikan Islam berbasis pesantren.
Dalam keterangannya kepada awak media, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa KH. M. Ibnu Shodiq Faim memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
“Beliau merupakan sosok yang istiqamah dalam mengajarkan nilai persaudaraan, toleransi, dan cinta tanah air. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan umat,” ujar KH. Fathulloh Suyuti Thoha.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi keluarga besar pesantren dan jama’ah lintas daerah. Sejumlah tamu diketahui datang dari luar daerah demi memberikan doa dan dukungan moral kepada KH. M. Ibnu Shodiq Faim beserta Ny. Inarotul Mudliah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, prosesi berlangsung tertib dengan pengamanan dari panitia dan relawan pesantren. Meski dipadati ratusan jama’ah, suasana tetap kondusif, penuh penghormatan, dan sarat nilai kebersamaan.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar pada prosesi ini menjadi cerminan bahwa peran ulama dan pesantren masih menjadi kekuatan moral penting dalam menjaga spiritualitas, persatuan, dan harmoni sosial bangsa di tengah dinamika kehidupan modern Indonesia.
