BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Semangat persatuan dan pelestarian budaya Nusantara mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) yang digelar di Waroeng Kemarang, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jumat (24/4/2026).

Mengusung tema “Tandang Bareng Mempererat Kedaulatan Bangsa dengan Budaya Nusantara”, acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat adat.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Fathulloh Suyuti Thoha selaku pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda Tegaldlimo sekaligus Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, serta Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto selaku Danpasmar 2. Turut hadir pula Bupati Banyuwangi diwakili wabub Ir. mujiono, Mayjen TNI (Purn) Hariyanto, Kapolresta ( Diwakili Waka AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K.), Dandim 0825 diwakili Danramil glagah, Danlanal di wakili kapten pelaut suyadi, ketua Matra DPW jatim KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonegoro (Gus Bily), Ketua Matra banyuwangi beserta seluruh anggota Matra banyuwangi, Gus Bayu Soekarnoputra, aktivis harimau blambangan yunus wahyudi, Budiharto ketua pkdi BWI, Ketua PCNU Reza, Ketua Umum DPP jama’ah dzikir Nurul wathon al hambalangi Wal Khothoh Indonesia ” Dr. Drs. H. Teguh Sumarno,, M.M sekaligus Penasehat UNISMAR ( Universitas Doktor Sumarno) dan UBI ( Universitas Bhakti Indonesia) Ketua BAZNAS Banyuwangi, keoala Kesbangpol, kepala dinas perijinan” Pertama, tokoh perwakilan adat Nusantara dari berbagai luar kota, Seluruh kepala desa se kecamatan Glagah serta kepala desa se kabupaten Banyuwangi yang tergabung PKDI di pimpinan kepala desa Karangbendo kecamatan Rogojampi” Budi Harto.
Acara diawali dengan doa pembukaan lalu tari gandrung kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Ketua MATRA Banyuwangi,

Sambutan wabub Ir. Mujiono,


sambutan Danpasmar 2 Mayor jendral (mar) dr. Oni junianto sekaligus melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU),

sambutan Ketua Matra jatim KPP. Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonegoro (Gus Bily), sambutan kh. Fatulloh Suyuti Thoha sekaligus mimpin doa penutup dan pemotongan tumpeng yang di lakukan oleh kh. Fathulloh Suyuti Thoha yang di berikan kepada Danpasmar 2 Mayor jendral (mar) dr. Oni junianto, rangkaian kegiatan di tutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo sekaligus Mursyidul ‘Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal di tengah dinamika sosial yang kian kompleks. ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa. “Kita harus memperkuat dzikir, mempererat silaturahmi, dan menjaga budaya Nusantara sebagai benteng kedaulatan bangsa. Ancaman yang tidak terlihat seperti OTB harus dihadapi dengan kewaspadaan dan persatuan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

KH. Fathulloh menambahkan, kewaspadaan terhadap ancaman tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh komponen bangsa, mulai dari TNI, Polri, tokoh agama, hingga masyarakat luas.
OTB ini bergerak secara halus namun berbahaya, dengan cara mengadu domba, menghujat, dan menggesek antar elemen umat, bahkan membawa isu agama. Jika tidak diantisipasi, ini bisa mengancam persatuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik horizontal akibat provokasi serupa pernah terjadi di masa lalu, sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini melalui penguatan literasi, persatuan, dan kesadaran kolektif masyarakat.

Lebih lanjut, KH. Fathulloh menegaskan peran strategis Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia dalam memperkuat ketahanan spiritual bangsa. Melalui kegiatan dzikir dan istighotsah yang rutin digelar di berbagai daerah, jamaah ini berupaya menghadirkan kesejukan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, majelis dzikir yang dipimpinnya juga aktif menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, termasuk mendoakan kesehatan dan keselamatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta jajaran pemerintah agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah negara
“Doa dan dzikir adalah kekuatan moral bangsa. Dengan spiritualitas yang kuat, kita bisa menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, jamaah ini terus memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan tokoh lokal, guna mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Menutup pernyataannya, KH. Fathulloh mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan biarkan isu liar memecah belah kita. Menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Selain mempererat hubungan antar elemen bangsa, acara ini juga menjadi simbol kolaborasi antara kekuatan budaya, spiritualitas, dan kebangsaan dalam menghadapi tantangan nasional ke depan.
