BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Aksi sigap dan terukur ditunjukkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi dalam menangani kebakaran yang melanda tumpukan sabut kelapa di UD. Sumber Kelapa, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Senin (13/4/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu pertama kali dilaporkan warga pada pukul 20.51 WIB. Hanya berselang empat menit, tim Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 21.06 WIB. Penanganan intensif dimulai dua menit kemudian.
Dengan mengedepankan prosedur taktis pemadaman, tim gabungan dari Sektor Srono dan Sektor Genteng segera melakukan size up untuk mengidentifikasi sumber api yang berada di dalam tumpukan sabut kelapa—material yang dikenal mudah terbakar dan menyimpan bara di bagian dalam.
Komandan regu memimpin langsung pengamatan visual dari jarak aman sebelum memerintahkan penggelaran dua jalur selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci yang terhubung dengan unit suplai air. Secara bersamaan, tim dari Sektor Genteng melakukan pencarian sumber air terdekat guna memastikan kontinuitas pasokan selama proses pemadaman berlangsung.
Api yang sempat membesar berhasil dikendalikan melalui teknik penyemprotan dan pengecoran air secara menyeluruh ke dalam tumpukan sabut kelapa. Petugas juga melakukan penguraian material untuk memastikan bara api di bagian dalam benar-benar padam.
Setelah api utama berhasil dijinakkan pada pukul 22.01 WIB, tim melanjutkan proses pendinginan dan overhaul guna mencegah potensi penyalaan ulang (re-ignition). Pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang dapat membahayakan.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang menyulut api pada tumpukan sabut kelapa hingga merambat ke bagian atap bangunan.
“Material seperti sabut kelapa memiliki karakter mudah terbakar dan mampu menyimpan panas di dalam, sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan teknik khusus agar api benar-benar padam,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian materiil berupa sabut kelapa serta sebagian atap bangunan masih dalam proses pendataan.
Sebanyak 8 personel diterjunkan dalam operasi ini dengan dukungan dua unit mobil pemadam serta perlengkapan APD lengkap. Selain itu, unsur Polsek, relawan Redkar, dan pegawai UD. Sumber Kelapa turut terlibat dalam upaya penanganan.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata profesionalisme Damkarmat Banyuwangi dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus menegaskan komitmen mereka terhadap moto: “Pantang Pulang Sebelum Api Padam.”
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya dari sumber-sumber kecil seperti puntung rokok yang dapat memicu bencana besar.
