0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Dukungan terhadap program penguatan ekonomi kerakyatan terus menguat dari kalangan ulama. KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai fondasi ekonomi nasional berbasis masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan bersama Ketua Umum Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., di kediamannya di Pondok Pesantren Mansy’aul Huda, Tegaldlimo, Banyuwangi, Senin (6/4/2026). Pukul 13.00 Wib.
Dalam kesempatan itu, KH. Fathulloh menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa sebagai basis kekuatan bangsa.
“Pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa. KDKMP adalah pondasi penting untuk menciptakan kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mengurangi ketimpangan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan ekonomi berbasis komunitas yang mengedepankan nilai gotong royong, kemandirian, dan spiritualitas sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Ia juga menekankan peran strategis pesantren dan majelis dzikir sebagai motor penggerak dalam membangun kesadaran ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.
Selain membahas penguatan ekonomi, pertemuan tersebut juga menyinggung agenda strategis organisasi, yakni pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan pada 30 April 2026.
KH. Fathulloh turut mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh agama, pemerintah daerah, hingga pelaku usah untuk bersinergi dalam menjalankan program-program yang berpihak kepada rakyat.
“Jika desa kuat, maka bangsa akan kuat. KDKMP harus kita dorong bersama sebagai gerakan nasional berbasis nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemandirian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Jama’ah Dzikir Nurul Wathon, Dr. Teguh Sumarno juga ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia ( PB PGRI) menilai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan guru serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu meringankan beban orang tua siswa.
Dukungan dari kalangan ulama ini menjadi sinyal kuat pentingnya sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.
