BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Konsolidasi nasional Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia kian menguat. Mursyidul ‘Am KH. Fathulloh Suyuti Thoha bersama Pembina Mayjen TNI (Purn) Hariyanto mematangkan agenda strategis pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Timur.

Pertemuan berlangsung khidmat di kediaman KH. Fathulloh Suyuti Thoha, Pengasuh Pondok Pesantren Mansy’aul Huda, Banyuwangi, Minggu (5/4/2026) malam. Forum ini menegaskan kesamaan visi dalam memperkuat gerakan dzikir sebagai pilar pembinaan spiritual sekaligus penguat nilai kebangsaan.
Pelantikan DPW dan DPC dijadwalkan pada 30 April 2026 di Ibu Kota Negara (IKN), Penajam Paser Utara, sebagai langkah strategis memperluas jaringan dakwah di kawasan penyangga pusat pemerintahan baru Indonesia.

Dalam arahannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa pembentukan struktur organisasi harus dilandasi niat tulus dan komitmen spiritual yang kuat.
“Organisasi ini bukan sekadar administratif, tetapi wadah pembinaan ruhiyah. Jaga kemurnian niat, perkuat dzikir, dan bangun solidaritas demi kemaslahatan umat dan keselamatan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan struktur hingga daerah sebagai upaya memperluas syiar Islam yang moderat dan menyejukkan. Selain aspek teknis pelantikan, pertemuan turut merumuskan program strategis meliputi penguatan dakwah majelis, kaderisasi, serta sinergi lintas elemen masyarakat.

Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Hariyanto menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk keseriusan dalam memastikan pelantikan berjalan tertib, terstruktur, dan penuh kekhidmatan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi tonggak awal penguatan dakwah dan pembinaan umat di Kalimantan Timur. Kami berharap Jama’ah Dzikir Nurul Wathon terus berkembang di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dengan soliditas yang terbangun, pelantikan DPW–DPC se-Kalimantan Timur diharapkan menjadi momentum penting dalam memperluas peran Jama’ah Dzikir Nurul Wathon sebagai gerakan spiritual yang inklusif, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi harmoni sosial serta pembangunan bangsa.
