BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Polemik pembagian parsel Lebaran di lingkungan awak media Banyuwangi mencuat dan memicu sorotan. Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Grup Given Nasional menyuarakan kekecewaan serta mendesak klarifikasi resmi dari Polresta Banyuwangi terkait dugaan informasi yang dinilai tidak pasti atau “PHP” (pemberi harapan palsu).
“Pesan yang disampaikan oleh petugas harian lepas (PHL) Humas Polresta di dalam grup. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa parsel untuk wartawan “sedang diproses” dan akan diprioritaskan bagi anggota grup. Namun hingga menjelang Hari Raya, realisasi pembagian tak kunjung jelas.
Pesan tersebut berbunyi, “Mohon izin rekan-rekan, informasi dari pimpinan parcel untuk wartawan sedang diproses, mungkin memakan waktu. Yang diutamakan yang ada di grup ini terlebih dahulu. Terima kasih sudah menunggu informasinya, mohon maaf belum bisa balas japri satu-satu, masih proses dan nanti diinformasikan kembali.”
Alih-alih meredam situasi, pernyataan itu justru memicu beragam reaksi dari sekitar 80 wartawan lintas media yang tergabung dalam grup tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemimpin Redaksi Selendangsutra.id, Suyanto, berinisiatif menelusuri kebenaran informasi dengan menghubungi langsung Kapolresta Banyuwangi melalui pesan WhatsApp. Upaya tersebut mendapat respons cepat.
Dalam balasannya, Kapolresta menyampaikan singkat, “InsyaAllah sedang saya siapkan!” jawaban yang dinilai sebagai sinyal positif, namun belum memberikan kepastian waktu maupun mekanisme distribusi.
Kami menilai persoalan ini bukan semata terkait parsel, melainkan menyangkut profesionalitas komunikasi.
“Ini bukan soal parselnya, tapi soal komunikasi dan komitmen. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru membuat gaduh dan menurunkan kepercayaan,” tegas Suyanto.
Sebagai informasi, Grup Given Nasional merupakan wadah komunikasi di bawah binaan Humas Polresta Banyuwangi yang selama ini berfungsi untuk mendukung publikasi berbagai kegiatan positif kepolisian khususnya Polresta Banyuwangi kepada masyarakat melalui media.
Dengan Hari Raya yang tinggal menghitung hari, para awak media mendesak agar pihak kepolisian, khususnya jajaran Humas, segera memberikan klarifikasi terbuka guna meredam polemik yang berkembang.
Para jurnalis berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi bersama, agar ke depan hubungan antara institusi kepolisian dan insan pers dapat terjalin lebih transparan, profesional, serta saling menghargai.
