BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, peran Ketua RT dan RW tetap menjadi ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Dengan insentif hanya sekitar Rp100 ribu per bulan, para pengurus RT/RW tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh keikhlasan, dedikasi, serta rasa pengabdian yang tinggi.
Ketua RT/RW menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat, mulai dari urusan administrasi kependudukan, mediasi persoalan warga, penanganan masalah sosial, hingga menjaga kondusivitas lingkungan. RT/RW.siap siaga selama 24 jam untuk membantu warga yang membutuhkan, tanpa mengenal waktu dan lelah.
Meski insentif yang diterima terbilang minim, semangat pengabdian para RT/RW tidak pernah surut. Mereka tetap hadir dalam setiap persoalan warga, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta menjadi penghubung utama antara masyarakat dengan pemerintah desa maupun kelurahan.
“Menjadi RT itu bukan soal besar kecilnya insentif, tapi tentang amanah dan kepercayaan warga. Ketika warga membutuhkan, kami harus siap membantu,” ujar Ketua RW
Dedikasi para RT/RW ini patut mendapatkan apresiasi lebih. Sebab, di tangan merekalah harmoni sosial, ketertiban lingkungan, dan kekompakan warga dapat terus terjaga. Ketulusan pengabdian yang ditunjukkan para RT/RW menjadi bukti nyata bahwa masih banyak sosok yang bekerja demi kepentingan masyarakat tanpa pamrih.
Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan RT/RW, mengingat peran vital yang mereka emban setiap hari. Dengan dukungan yang memadai, kinerja dan pelayanan kepada masyarakat diyakini akan semakin optimal.
