Banyuwangi, Selendangsutra.id – Sebuah rumah semi permanen di Dusun Segobang Timur, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dilalap si jago merah pada Sabtu (7/2/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai kisaran 75 juta rupiah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan kejadian pada pukul 17.26 WIB. Tiga menit kemudian, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 15,8 kilometer dari markas komando.
Sebanyak tiga unit armada, yakni Ayaax 03, Fire Doome 04, dan Fire Doome 05, diterjunkan ke lokasi dengan melibatkan 11 personel dari Regu Brama 1, Regu Brama 2, unsur Humas, serta Relawan Kebakaran (Redkar).

Setibanya di lokasi pada pukul 17.53 WIB, petugas segera melakukan size up, menggelar lima roll selang, serta mengoperasikan satu nozzle untuk memfokuskan pemadaman pada titik api di bagian tengah bangunan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.10 WIB, dan proses pendinginan serta overhaul diselesaikan hingga pukul 18.43 WIB.
“Petugas memastikan tidak ada bara api tersisa dengan melakukan pendinginan menyeluruh serta pembongkaran material yang terbakar guna mencegah penyalaan ulang,” terang petugas di lokasi.
Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sapi’i yang mendengar suara percikan api dari dalam rumah. Setelah dilakukan pengecekan, api sudah membesar di bagian kamar tidur. Warga sekitar sempat melakukan upaya pemadaman secara manual sebelum akhirnya menghubungi Pusat Panggilan Damkarmat.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Pemilik rumah, Abdul Rohim (43), diketahui sedang bekerja di Bali, sementara istrinya berada di rumah tetangga.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada kabel yang mengenai kasur di kamar tidur, kemudian api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan karena struktur rumah terbuat dari kayu, bambu, dan triplek.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah perabotan rumah tangga, lemari, kasur, peralatan elektronik, serta perlengkapan dapur turut hangus terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, serta peralatan elektronik dinilai penting guna meminimalisir risiko kebakaran.
“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat merupakan kunci utama dalam pencegahan kebakaran,” tegasnya.
