BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Pelaksana Tugas (Plt) Camat Srono, Kabupaten Banyuwangi, H. Saifudin, S.H., M.M., langsung melakukan terobosan pelayanan publik dengan memprioritaskan program pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sekaligus integrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Program tersebut mulai diterapkan sejak hari pertama dirinya menjabat, Jumat (12/12/2025).

Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat akses administrasi kependudukan sekaligus mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. Kini, warga Kecamatan Srono tidak lagi harus datang ke Mal Pelayanan Publik, karena proses pencetakan KTP dapat dilakukan langsung di kantor desa maupun kantor kecamatan.
Dalam sambutannya pada acara pisah sambut Camat Srono, Senin (15/12/2025), H. Saifudin menegaskan bahwa KTP merupakan identitas dasar yang sangat penting bagi setiap warga negara. Keberadaan KTP menjadi pintu masuk utama dalam mengakses berbagai layanan publik.
“KTP adalah identitas penting warga negara. Dengan memiliki KTP, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan IKD, Smart Kampung, kesehatan, pendidikan, perbankan, hingga pelayanan sosial lainnya,” ujar H. Saifudin.
Ia menambahkan, pihak kecamatan akan mengoptimalkan kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banyuwangi agar proses pencetakan KTP dapat berlangsung cepat, tepat, dan efisien.
“Kami berupaya mempercepat layanan administrasi kependudukan. Masyarakat cukup datang ke kantor desa atau kecamatan, pencetakan KTP bisa langsung dilakukan tanpa proses berbelit,” jelasnya.
Selain pencetakan KTP fisik, masyarakat juga diarahkan untuk mengaktifkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui layanan ini, data kependudukan warga langsung terintegrasi dengan sistem Disdukcapil Banyuwangi, sehingga identitas digital dapat digunakan sewaktu-waktu.
Menurut Pengakuan dari sejumlah warga kecamatan Srono mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Salah seorang warga Srono yang melakukan pencetakan KTP baru karena KTP lamanya rusak parah menyebut prosesnya sangat cepat.
“Tidak sampai dua menit KTP sudah jadi. Setelah itu kami langsung dibimbing oleh petugas pelayanan kecamatan untuk mengunduh aplikasi IKD. Jadi kalau suatu saat lupa membawa KTP, cukup menunjukkan identitas lewat HP,” ungkapnya.
Ke depan, H. Saifudin menyatakan akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik di Kecamatan Srono. Ia berharap langkah ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah serta mendorong kemudahan administrasi bagi masyarakat.
“Pelayanan yang cepat, dekat, dan mudah adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
